Advertisement
Penyerang Timnas Bahrain, Abdulla Yusuf Helal Diikat Persija Selama 3 Tahun
Abdulla Yusuf Helal / Persija
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Persija Jakarta resmi merekrut Abdulla Yusuf Helal. Yusuf diikat kontrak tiga tahun bersama Persija dan mengisi slot regional Asia.
Advertisement
Penyerang berumur 29 tahun ini mengawali karier profesional di negara asalnya, Bahrain. Kala itu ia bermain untuk East Riffa (2014-2017) dan Al-Muharraq (2017-2018). Mulai musim 2018-2019, pemain timnas Bahrain ini mencoba peruntungan di Republik Ceko.
Yusuf sempat membela beberapa klub besar di Liga Fortuna (liga kasta tertinggi Republik Ceko). Di mulai dari Bohemians 1905 (2018-2019) kemudian berlanjut ke Slovan Liberec dan Slavia Prague dimana Michael Krmencik serta Ondrej Kudela juga pernah membela klub tersebut.
Selain di Liga Ceko, pemain kelahiran Kota Riffa ini tercatat sudah merasakan atsmosfer Europa League dan pertandingan Champions League.
Pelatih Persija, Thomas Doll, optimistis keberadaan Yusuf bisa menjadikan lini depan timnya makin garang.
“Saya senang akhirnya tim ini sudah komplet. Dia seorang pemain yang memiliki mentalitas tinggi dan saya harap dia bisa menambah variasi serangan tim,” ucap Thomas, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (20/7/2022).
Kendati tidak ikut dalam perkenalan di acara launching tim dan jersey pada Sabtu (16/7/2022) sore, Yusuf dipastikan tiba di Indonesia untuk bergabung dengan tim sebelum kick off Liga 1 2022/2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Hadiri Pengukuhan MUI 2025-2030 di Masjid Istiqlal
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- 34 Ribu Warga Sleman Nonaktif PBI JK, Bisa Ajukan Reaktivasi Bersyarat
- Revitalisasi Pasar di Bantul Ditunda, Anggaran untuk Pemeliharaan
- Bantul dan Jogja Terdampak Gempa, 40 Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit
- BNNK Sleman Edukasi Narkoba lewat Upacara Bendera, Sasar 4.142 Siswa
- Pakar UGM: Program Gentingisasi Dinilai Perlu Kajian Menyeluruh
Advertisement
Advertisement



