PSS Sleman Siap Hadapi Dewa United, Usung Misi Bangkit Usai 2 Kekalahan
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Bek PSS Sleman, Saiful Djoge ditemui usai laga pada Senin (20/4/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Di balik kemenangan PSS Sleman atas Persiku Kudus pada Senin (20/4/2026) di Stadion Maguwoharjo, tersemat satu nama yang menjadi kunci di sisi kanan pertahanan Super Elja.
Ia adalah Saiful Djoge, bek muda berusia 20 tahun yang meredam agresivitas tim tamu lewat penampilan lugas dan tanpa kompromi. Di sepanjang laga, Djoge tampil di bawah tekanan tinggi, namun justru di situ menjadi panggung keperkasaannya sebagai defender muda yang siap menghadapi pemain cepat seperti Hugo Samir.
Melawan skuad Persiku yang kerap mengandalkan tempo cepat dan pergerakan di sayap, Djoge bermain spartan dan tidak memberikan celah mudah. Di sisi kanan pertahanan PSS, ia menghalau setiap gelombang serangan lawan demi menjaga keutuhan lini belakang, sekaligus memastikan Maguwoharjo tetap menghasilkan tiga poin.
Selama 90 menit bermain, Djoge jatuh bangun, menebas bola, menyapu peluang, serta melakukan intersepsi demi intersepsi tanpa mengenal lelah. Misi pemain kelahiran Maluku Utara itu sederhana: memberikan yang terbaik untuk lambang PSS yang melekat di dadanya. “Alhamdulillah, diberikan kepercayaan oleh Coach, kami memberikan yang terbaik saja,” ungkapnya usai pertandingan.
Di sayap kanan, tanggung jawab Djoge tidak hanya kepada penyerang sayap, tetapi juga kepada sokongan full back Persiku yang kerap bergerak maju membantu penyerangan. Menghadapi Hugo Samir yang lincah dan berlari kencang membuat Djoge harus terus waspada, menjaga jarak, dan memilih momen tepat untuk menekel dan memutus permainan lawan.
Saat ditanya soal tantangan menghadapi pemain cepat Persiku, Djoge merendah. Baginya, menghadapi lawan lincah adalah bagian dari tugas rutin seorang bek. “Ya, sudah biasa itu,” katanya dengan nada tenang, seolah ingin menegaskan bahwa ia memang dilatih untuk menghadapi skenario seperti ini.
Namun di balik kesederhanaan jawabannya, motivasi Djoge terbaca jelas dari sikap lapangannya. Selain faktor taktis dan profesionalisme, ada satu dorongan tambahan yang membuatnya tampil lebih berapi: kehadiran suporter dan penonton yang memadati Stadion Maguwoharjo.
Bagi Djoge, bermain dengan sorakan suporter menjadi kebanggaan tersendiri dan dorongan mental untuk menunjukkan bahwa dirinya layak dipercaya di pos krusial tersebut. “Soalnya suporter juga nonton, semua nonton, [sebuah] kebanggaan, kan,” tandasnya, menegaskan bahwa ia tidak sekadar tampil demi poin, tetapi juga demi kebanggaan kolektif PSS Sleman.
Kemenangan atas Persiku memberi Djoge dan rekan‑rekan satu langkah lebih dekat dengan ambisi promosi ke Liga 1. Dalam pandangan pemain yang tampil di 21 dari 25 laga PSS itu, peluang promosi kini terbuka lebar, apalagi jika tim bisa konsisten mengumpulkan poin di sisa pertandingan.
“Semakin besarlah peluang promosi. Semoga kita menang dua laga terakhir ini,” ujarnya, menyiratkan target realistis sekaligus ambisius. Djoge pun menegaskan keinginan kuat untuk meraih poin saat PSS bertandang ke markas Persiba Balikpapan di Stadion Batakan.
“Semoga bisa mencuri poin di Balikpapan, semoga tiga poin, semoga kami promosi ke Liga 1,” katanya, mencerminkan optimisme yang dibangun atas kinerja kolektif dan kerja keras di Maguwoharjo.
Secara statistik, peran Djoge di Pegadaian Championship tercatat cukup mentereng untuk usia seumuran dia. Di situs resmi liga, ia tercatat tampil 21 kali dari 25 laga yang dijalani PSS, menyumbang satu gol dengan rincian empat tembakan dan dua shot on target.
Selain itu, akurasi distribusi umpannya tergolong tinggi dengan 433 umpan sukses dari 570 percobaan. Di sisi pertahanan, catatan tekel dan intersepnya terbilang solid: 21 tekel, 48 intersepsi, dan 26 kali sapuan ke dalam. Di laman Transfermarkt, nilai pasar Djoge diperkirakan mencapai sekitar Rp1,3 miliar, angka yang menandai potensi besar bagi bek muda tersebut di level kompetitif.
Performa Djoge di laga kontra Persiku pun tak lepas dari pengawasan dan apresiasi pelatih kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis. Menurut Ansyari, sebelum menghadapi Kudus, Djoge sudah berjanji akan tampil habis‑habisan guna membantu tim meraih kemenangan. Janji itu dijawab dengan penampilan tegas di lini pertahanan, yang turut menjadi fondasi solid bagi tiga poin yang diraih Super Elja di Maguwoharjo.
“Jadi sebelum kami bermain lawan Kudus dia sudah janji sama kami, dia akan bermain full. Dan hari ini terbukti dia bisa melaksanakannya dengan baik,” ujar Ansyari.
“Jadi ya poin [tersendiri] dan mudah‑mudahan motivasi dia di pertandingan hari ini nanti di pertandingan selanjutnya juga sama seperti ini,” tegasnya, sekaligus menegaskan bahwa Djoge bukan sekadar bek cadangan, tetapi poros penting yang diproyeksikan sebagai pilar jangka panjang PSS di Liga 1.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.