Rumah Singgah: Film Tentang Kanker yang Justru Ajak Penonton Tersenyum
Film Rumah Singgah angkat kisah persahabatan dan perjuangan melawan kanker. Dibintangi Adhisty Zara dan Devano, tayang 27 Agustus 2026.
Dejan Ferdiansyah/ Gloria Emanuelle Widjaja / Badminton Photo
Harianjogja.com, JOGJA -- Unggulan pertama ganda campuran yang merupakan wakil Indonesia, Dejan Ferdiansyah/ Gloria Emanuelle Widjaja melenggang ke semifinal Indonesia International Series (IIS) 2022.
Dejan/ Gloria melaju ke semifinal setelah mengalahkan wakil Indonesia lainnya, yakni Zaidan Arafi Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel di babak delapan besar, dengan skor 21-9 dan 21-14, di Gor Amongrogo, Jogja, Jumat (23/9/2022) siang.
Selain Dejan/ Gloria yang bertemu Zaidan Arafi Nabawi/Felisha Alberta di babak delapan besar, masih ada wakil Indonesia lainnya di ganda campuran yang sedang bertarung memperbutkan tiket ke semifinal.
Ada, Jafar Hidayatullah/Aisyah Salsabila Putri Pranata vs Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Moh Reza Pahlevi Isfahani/Melati Daeva Oktavianti vs Rafli Ramanda/Az-Azahra Putri Dania (4) dan Marwan Faza/Jessica Maya Rismawardani vs Akbar Bintang Cahyono/Marsheilla Gischa Islami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Rumah Singgah angkat kisah persahabatan dan perjuangan melawan kanker. Dibintangi Adhisty Zara dan Devano, tayang 27 Agustus 2026.
Bukayo Saka mencetak hattrick saat Inggris mengalahkan Prancis dan menjadi pemain keempat Inggris yang menorehkan prestasi tersebut di Piala Dunia.
Guyon Waton menghibur ribuan penonton di konser Sukoharjo Spektakuler dalam rangka Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Unesa menonaktifkan enam mahasiswa selama pemeriksaan dugaan kekerasan verbal. Satgas PPK menyelidiki kasus yang diduga melibatkan 26 korban.
Sebanyak 41.070 UMKM di Bantul belum terdaftar di Sidakui sehingga berpotensi belum terpetakan optimal dalam program pembinaan pemerintah daerah.