Advertisement

Liga 2 dan 3 Dihentikan, Arema Merasa Bersalah dan Minta Maaf

Newswire
Jum'at, 13 Januari 2023 - 17:57 WIB
Budi Cahyana
Liga 2 dan 3 Dihentikan, Arema Merasa Bersalah dan Minta Maaf Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). - Antara/Ari Bowo Sucipto

Advertisement

Harianjogja.com, MALANG—Manajemen Arema FC merasa bersalah dan menyampaikan permohonan maaf karena Tragedi Kanjuruhan berpengaruh terhadap penghentian kompetisi Liga 2 dan Liga 3 oleh PSSI.

Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi (PT AABBI) Tatang Dwi Arifianto menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang terkena imbas peristiwa yang menyebabkan 135 orang meninggal dunia tersebut.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Arema FC tidak pernah berhenti untuk meminta maaf kepada pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terkena imbas dari musibah yang terjadi di Kanjuruhan," kata Tatang, Jumat (13/1/2023).

BACA JUGA: Liga 2 Disetop, Ini Tanggapan Manajemen dan Pelatih PSIM Jogja

Komite Eksekutif PSSI di Kantor PSSI di Gelora Bung Karno Arena, Jakarta pada Kamis (12/1/2022) memutuskan kompetisi Liga 2 dihentikan di tengah jalan dan Liga 3 2022/2023 tidak dilangsungkan.

Tatang menjelaskan manajemen Arema FC tidak memiliki kewenangan langsung terkait keputusan tentang keberlanjutan kompetisi di dalam negeri, khususnya pada kompetisi Liga 2 dan Liga 3 musim 2022-2023.

"Arema FC tidak memiliki kewenangan langsung terkait keputusan berlanjut atau tidaknya sebuah kompetisi," ujarnya.

Keputusan PSSI untuk menghentikan Liga 2 itu berdasarkan sejumlah faktor, di antaranya, permintaan dari sebagian besar klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tidak dilanjutkan karena tidak ada kesesuaian konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antarklub dan operator. Selain itu, Liga 2 dianggap sangat sulit diselesaikan sebelum Piala Dunia U-20 2023 dimulai pada 20 Mei 2023.

BACA JUGA: Muncul Petisi Tolak Keputusan EXCO PSSI, Lanjutkan Liga 2!

Kemudian, ada rekomendasi dari tim transformasi sepak bola Indonesia seusai terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana yang belum memenuhi persyaratan.

Faktor lainnya adalah Peraturan Polri No.10/2022 yang mengamanatkan proses perizinan baru dengan memperhatikan periode waktu pemberitahuan, pengajuan rekomendasi dan izin, hingga bantuan pengamanan.

Ketiadaan Liga 2 2022-2023 tersebut, berimbas pada tidak adanya degradasi di Liga 1 musim 2022-2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antaranews

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement