Advertisement

Petenis 17 Tahun Asal China Catat Rekor di Grand Slam Australia Open 2023

Newswire
Senin, 16 Januari 2023 - 23:17 WIB
Budi Cahyana
Petenis 17 Tahun Asal China Catat Rekor di Grand Slam Australia Open 2023 Shang Juncheng - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Shang Juncheng mencatat sejarah sebagai petenis putra pertama China yang mampu memenangi pertandingan babak utama Australian Open, Senin (16/1/2023).

Petenis 17 tahun, termuda di antara peserta putra di Grand Slam pembuka tahun ini, berjuang keras untuk mengalahkan petenis Jerman Oscar Otte 6-2, 6-4, 6-7 (2/7), 7-5 dalam pertandingan di Melbourne Park yang berlangsung hampir tiga jam.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ia lolos ke putaran kedua untuk bertemu pemenang antara unggulan ke-16 dari AS Frances Tiafoe dan petenis Jerman lainnya, Daniel Altmaier.

"Menurut saya ini sangat bagus untuk tenis putra China. Anda tahu, kami memiliki pemain-pemain yang sangat bagus di kelompok putri tapi belum ada nama-nama besar di putra," kata Shang, yang juga dikenal dengan nama "Jerry" 

Melengkapi hasil signifikansi untuk China, Shang juga mencatat beberapa pencapaian pribadi -- selain mencatatkan kemenangan pertamanya di turnamen besar, ia juga meraih kemenangan tingkat tur pertamanya dalam empat kali percobaan.

"Menurut saya sepanjang pekan ini berbeda bagi saya, memainkan Grand Slam pertama saya, setiap hari saya sangat gugup di lapangan," katanya.

"Tetapi pada saat yang sama, itu adalah salah satu momen terbaik yang saya miliki sejauh ini dalam karir saya, jadi saya sangat bersemangat untuk berada di lapangan, dan semuanya merupakan proses pembelajaran bagi saya."

Shang memimpin tim China yang bersejarah di Melbourne dengan tiga pemain putra negara itu bertanding di babak utama Grand Slam mana pun sejak era Open dimulai pada 1968.

Dia bergabung dengan Zhang Zhizhen dan Wu Yibing. Tujuh petenis China juga pernah masuk babak utama tunggal putri, dipimpin oleh veteran Zhang Shuai, yang berada di peringkat 22 dunia.

Li Na yang kini sudah pensiun tetap menjadi pemain terbaik China setelah dia memenangkan Prancis Terbuka pada 2011 dan Australia Terbuka tiga tahun kemudian.

Ditanya mengapa petenis putri China secara selalu melakukan lebih baik daripada petenis putra, Shang berkata: "Ini hal yang rumit.

“Saya tidak yakin bagaimana menjawabnya, tapi menurut saya secara fisik ini adalah langkah besar bagi kami di tenis putra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

IKM Center Kota Magelang Dibuka, Jadi Wadah Promosi Pelaku Usaha

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 02:27 WIB

Advertisement

alt

Traveloka Dorong Digitalisasi Pariwisata di DIY

Wisata
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement