Pemda DIY Buka Fakta Proyek Mesin Susu, Rekanan Diputus Kontrak
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.
Ilustrasi./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN — Investasi di bidang olahraga khususnya sepakbola di Jogja masih dinilai menjanjikan. Salah satunya adalah sekolah sepak bola (SSB) Tunas Muda Sumberadi yang kini telah bertransformasi nama menjadi Tunas Muda Sleman (TMS).
Public Relation TMS, Prasetyo Nugroho mengatakan beberapa waktu terakhir ada investor masuk untuk melakukan transformasi yakni Rurosia, perusahaan yang berada di kawasan Mlati Sleman.
"Karena ada kesamaan tujuan untuk memberikan pembinaan bibit-bibit sepakbola di wilayah DIY dan sekitarnya ke jenjang profesional, maka kami mulai bertransformasi," kata Prasetyo, Senin (27/2/2023).
Dia mengatakan, TMS sebelumnya hanya SSB kampung dan saat ini berkembang untuk menjadi lebih baik. Managerial diperbaiki, termasuk mempatenkan tempat berlatih yang menjadi modal penting dalam pembinaan pemain muda. "Klub ini dikembangkan dari tingkat desa bertransformasi menjadi lebih besar. Saat ini kami memiliki basecamp dan tata kelola baru. Ada mitra, sponsor juga terafiliasi dengan asosiasi," katanya.
BACA JUGA: Fasilitasi Anak Muda Berkegiatan, Baturetno Bangun Lapangan Senilai 350 Juta
Model pengelolaan modern dilakukan TMS, lanjutnya, untuk memaksimalkan pembinaan agar menghasilkan pemain muda skillfull juga memiliki attitude baik. Keseriusan TMS membina anak-anak khususnya di wilayah Sleman setelah adanya perubahan di kepemimpinan PSSI Pusat. "Harapannya, TMS ke depan bisa mensuplai pemain-pemain di liga-liga profesional bahkan timnas," kata dia.
Menurutnya, adanya perubahan lebih baik di ranah atas harus diiringi langkah nyata di bawah untuk menciptakan sinergi baik pembinaan sepakbola. Pihaknya pun berencana membangun akademi untuk membangun ekosistem sepakbola Jogja.
"TMS ini sudah ada jenjang yang jelas untuk para pemain. Kami ingin ikut berkontribusi suplai pemain ke timnas Indonesia," sambungnya.
Direktur Pengembangan dan Bisnis TMS Heru Prasetyo yang juga owner Rurosia, menambahkan, pihaknya bertekad untuk membantu anak-anak yang memiliki bakat sepakbola. Menurut dia, TMS akan memberikan banyak beasiswa bagi anak-anak berbakat yang kurang beruntung dari segi materi.
"Kami memiliki keseriusan untuk membina dengan tim kepelatihan berlisensi. Mudah-mudahan dari Cebongan Mlati Sleman ini akan muncul pemain liga profesional di Indonesia bahkan skuat-skuat Timnas Indonesia," lanjutnya.
TMS sendiri saat ini memiliki 75 siswa yang terdiri dari kelompok usia delapan tahun, sembilan tahun, 10 tahun dan 14 tahun. Pihaknya akan membangun akademi untuk menjembatani para pemain setelah menimba ilmu di sepakbola usia dini. "Kami akan membangun jejaring, untuk saluran para pemain setelah melewati kelompok usia. Tujuan kami membentuk pemain bagus yang ber-attitude baik dan berprestasi sampai ke jenjang profesional nanti," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.
SHOW Token mengalokasikan pendanaan US$100 juta untuk industri film Indonesia melalui teknologi blockchain dan memperluas ekosistem ekonomi kreatif.
BPJPH mempercepat sertifikasi halal UMK melalui Program SEHATI untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan daya saing wisata halal Indonesia.
KPU Kota Jogja menggelar simulasi pemungutan suara inklusif bagi siswa disabilitas di SLB Negeri Pembina untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2029.
Harga emas Pegadaian hari ini, 29 Juni 2026, untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 bergerak bervariasi. Simak daftar harga jual dan buyback lengkapnya.
Indonesia mendorong pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan pada forum APEC Tourism Ministerial Meeting 2026.