Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Ilustrasi./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN — Investasi di bidang olahraga khususnya sepakbola di Jogja masih dinilai menjanjikan. Salah satunya adalah sekolah sepak bola (SSB) Tunas Muda Sumberadi yang kini telah bertransformasi nama menjadi Tunas Muda Sleman (TMS).
Public Relation TMS, Prasetyo Nugroho mengatakan beberapa waktu terakhir ada investor masuk untuk melakukan transformasi yakni Rurosia, perusahaan yang berada di kawasan Mlati Sleman.
"Karena ada kesamaan tujuan untuk memberikan pembinaan bibit-bibit sepakbola di wilayah DIY dan sekitarnya ke jenjang profesional, maka kami mulai bertransformasi," kata Prasetyo, Senin (27/2/2023).
Dia mengatakan, TMS sebelumnya hanya SSB kampung dan saat ini berkembang untuk menjadi lebih baik. Managerial diperbaiki, termasuk mempatenkan tempat berlatih yang menjadi modal penting dalam pembinaan pemain muda. "Klub ini dikembangkan dari tingkat desa bertransformasi menjadi lebih besar. Saat ini kami memiliki basecamp dan tata kelola baru. Ada mitra, sponsor juga terafiliasi dengan asosiasi," katanya.
BACA JUGA: Fasilitasi Anak Muda Berkegiatan, Baturetno Bangun Lapangan Senilai 350 Juta
Model pengelolaan modern dilakukan TMS, lanjutnya, untuk memaksimalkan pembinaan agar menghasilkan pemain muda skillfull juga memiliki attitude baik. Keseriusan TMS membina anak-anak khususnya di wilayah Sleman setelah adanya perubahan di kepemimpinan PSSI Pusat. "Harapannya, TMS ke depan bisa mensuplai pemain-pemain di liga-liga profesional bahkan timnas," kata dia.
Menurutnya, adanya perubahan lebih baik di ranah atas harus diiringi langkah nyata di bawah untuk menciptakan sinergi baik pembinaan sepakbola. Pihaknya pun berencana membangun akademi untuk membangun ekosistem sepakbola Jogja.
"TMS ini sudah ada jenjang yang jelas untuk para pemain. Kami ingin ikut berkontribusi suplai pemain ke timnas Indonesia," sambungnya.
Direktur Pengembangan dan Bisnis TMS Heru Prasetyo yang juga owner Rurosia, menambahkan, pihaknya bertekad untuk membantu anak-anak yang memiliki bakat sepakbola. Menurut dia, TMS akan memberikan banyak beasiswa bagi anak-anak berbakat yang kurang beruntung dari segi materi.
"Kami memiliki keseriusan untuk membina dengan tim kepelatihan berlisensi. Mudah-mudahan dari Cebongan Mlati Sleman ini akan muncul pemain liga profesional di Indonesia bahkan skuat-skuat Timnas Indonesia," lanjutnya.
TMS sendiri saat ini memiliki 75 siswa yang terdiri dari kelompok usia delapan tahun, sembilan tahun, 10 tahun dan 14 tahun. Pihaknya akan membangun akademi untuk menjembatani para pemain setelah menimba ilmu di sepakbola usia dini. "Kami akan membangun jejaring, untuk saluran para pemain setelah melewati kelompok usia. Tujuan kami membentuk pemain bagus yang ber-attitude baik dan berprestasi sampai ke jenjang profesional nanti," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Polda Metro Jaya menyebut perusakan dan pembakaran di kawasan Senayan dilakukan kelompok perusuh setelah aksi AMPB Pati selesai.
RUU Perampasan Aset ditarget disahkan Desember 2026. Draft mengatur negara bisa merampas aset tanpa menunggu putusan pidana.
Backlog hunian Jakarta mencapai 402.287 KK, sementara 29.000 apartemen belum terserap. Pembiayaan dan hunian vertikal jadi solusi.
PSS Sleman menyiapkan satu uji coba terakhir sebelum Super League 2026/2027, dengan Persiku Kudus diindikasikan menjadi calon lawan.
Leon Goretzka resmi bergabung dengan Aston Villa secara gratis setelah kontraknya bersama Bayern Muenchen berakhir pada musim panas 2026.