Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN — Investasi di bidang olahraga khususnya sepakbola di Jogja masih dinilai menjanjikan. Salah satunya adalah sekolah sepak bola (SSB) Tunas Muda Sumberadi yang kini telah bertransformasi nama menjadi Tunas Muda Sleman (TMS).
Public Relation TMS, Prasetyo Nugroho mengatakan beberapa waktu terakhir ada investor masuk untuk melakukan transformasi yakni Rurosia, perusahaan yang berada di kawasan Mlati Sleman.
"Karena ada kesamaan tujuan untuk memberikan pembinaan bibit-bibit sepakbola di wilayah DIY dan sekitarnya ke jenjang profesional, maka kami mulai bertransformasi," kata Prasetyo, Senin (27/2/2023).
Dia mengatakan, TMS sebelumnya hanya SSB kampung dan saat ini berkembang untuk menjadi lebih baik. Managerial diperbaiki, termasuk mempatenkan tempat berlatih yang menjadi modal penting dalam pembinaan pemain muda. "Klub ini dikembangkan dari tingkat desa bertransformasi menjadi lebih besar. Saat ini kami memiliki basecamp dan tata kelola baru. Ada mitra, sponsor juga terafiliasi dengan asosiasi," katanya.
BACA JUGA: Fasilitasi Anak Muda Berkegiatan, Baturetno Bangun Lapangan Senilai 350 Juta
Model pengelolaan modern dilakukan TMS, lanjutnya, untuk memaksimalkan pembinaan agar menghasilkan pemain muda skillfull juga memiliki attitude baik. Keseriusan TMS membina anak-anak khususnya di wilayah Sleman setelah adanya perubahan di kepemimpinan PSSI Pusat. "Harapannya, TMS ke depan bisa mensuplai pemain-pemain di liga-liga profesional bahkan timnas," kata dia.
Menurutnya, adanya perubahan lebih baik di ranah atas harus diiringi langkah nyata di bawah untuk menciptakan sinergi baik pembinaan sepakbola. Pihaknya pun berencana membangun akademi untuk membangun ekosistem sepakbola Jogja.
"TMS ini sudah ada jenjang yang jelas untuk para pemain. Kami ingin ikut berkontribusi suplai pemain ke timnas Indonesia," sambungnya.
Direktur Pengembangan dan Bisnis TMS Heru Prasetyo yang juga owner Rurosia, menambahkan, pihaknya bertekad untuk membantu anak-anak yang memiliki bakat sepakbola. Menurut dia, TMS akan memberikan banyak beasiswa bagi anak-anak berbakat yang kurang beruntung dari segi materi.
"Kami memiliki keseriusan untuk membina dengan tim kepelatihan berlisensi. Mudah-mudahan dari Cebongan Mlati Sleman ini akan muncul pemain liga profesional di Indonesia bahkan skuat-skuat Timnas Indonesia," lanjutnya.
TMS sendiri saat ini memiliki 75 siswa yang terdiri dari kelompok usia delapan tahun, sembilan tahun, 10 tahun dan 14 tahun. Pihaknya akan membangun akademi untuk menjembatani para pemain setelah menimba ilmu di sepakbola usia dini. "Kami akan membangun jejaring, untuk saluran para pemain setelah melewati kelompok usia. Tujuan kami membentuk pemain bagus yang ber-attitude baik dan berprestasi sampai ke jenjang profesional nanti," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek SMARTFREN berhasil mengelola lebih dari 2,19 ton sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026