Jorge Martin Rebut Pole MotoGP Austria 2026
Jorge Martin merebut pole position MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring. Pembalap Aprilia itu mengungguli Marc Marquez dalam kualifikasi.
Luis Milla / Persib.co.id
Harianjogja.com, BANDUNG—Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Glenn Sugita memberikan penjelasan terkait dengan keputusan dari Luis Mila mundur dari posisi pelatih Persib.
BACA JUGA: Luis Milla Mundur dari Persib
Milla harus pulang ke Spanyol karena ibundanya jatuh sakit. Selain itu, anak Milla juga menderita cedera parah yang tak kunjung sembuh.
“Kami sudah mencoba untuk meyakinkan coach agar tetap bersama Persib hingga selesainya kompetisi Liga 1 musim ini,” tulis Glenn pada Twitter pribadinya, @glennsugita, dikutip Selasa (17/7/2023).
“Namun, coach tetap dengan keputusannya. Kondisi kesehatan ibunya dan cedera anaknya yang tidak kunjung sembuh membuat dirinya memilih kembali ke Spanyol,” lanjutnya.
“Tetapi usulan ini ditolak. Sementara urusan keluarganya belum selesai, coach tidak bisa fokus di Persib,” tandasnya.
Milla resmi mengundurkan diri dari kursi pelatih Persib pada Sabtu (15/7/2023) silam. Pada keterangan klub, disebut bahwa eks pelatih Timnas Indonesia itu harus pulang ke Spanyol karena alasan pribadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jorge Martin merebut pole position MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring. Pembalap Aprilia itu mengungguli Marc Marquez dalam kualifikasi.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Kredit perbankan tumbuh 13,58% pada Juli 2026, lebih cepat dari DPK 11,21% dan berpotensi menekan biaya dana serta NIM.