Remaja Putri Gunungkidul Jadi Fokus Pencegahan Stunting dan Anemia
Dinkes Gunungkidul gencarkan Aksi Bergizi di sekolah untuk cegah anemia dan stunting pada remaja putri.
Gelandang PSS Sleman, Kei Sano merayakan golnya ke gawang PSIS, Jumat (21/7/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih Kepala PSS, Sleman Marian Mihail enggan mengomentari gagalnya eksekusi penalti oleh Kim Kurniawan yang berbuah hasil imbang saat PSS menjamu PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Jumat (21/7/2023) .
Bermain di kandang sendiri, Super Elja hanya mampu meraih satu poin setelah ditahan imbang oleh Laskar Mahesa Jenar dengan skor 2-2. Mereka justru dua kali ketinggalan lebih dulu, tetapi mampu menyamai kedudukan. "Saya tidak akan bicara soal penalti menit akhir yang gagal, karena itulah sepakbola banyak hal bisa terjadi," kata Marian seusai laga.
Menurutnya, laga kontra PSIS Semarang sangat luar biasa lantaran kedua tim sama-sama gagal memanfaatkan peluang di menit akhir. Empat gol tercipta lantaran pertandingan dinilainya cukup terbuka bagi kedua tim. Laga yang menarik untuk disaksikan bagi para fans.
"Namun, saya sedih dengan fan karena mereka selalu percaya dengan kami sampai akhir tapi hasilnya belum maksimal, saya harap pertandingan selanjutnya tim kami lebih siap," kata dia.
BACA JUGA: PSS vs PSIS Berakhir Imbang, Kim Kurniawan Gagal Eksekusi Penalti
Pelatih berpaspor Rumania itu memang merubah formasi pada laga melawan PSIS Semarang lewat 4-2-3-1. Di tiga laga sebelumnya Super Elja belum pernah bermain dengan formasi ini. Taktik itu dipakai Marian saat timnya bertanding melawan Persib Bandung pada pramusim lalu. Namun ia menganggap bahwa itu jadi pembelajaran bagi pihaknya.
"Sudah satu bulan yang lalu kami pakai formasi ini saat melawan Persib Bandung. Permainan tim bagus, tetapi hasil saya anggap tidak. Menurut saya kami di arah yang tepat, kami selalu belajar tiap pekan meskipun kami buat kesalahan tapi terus belajar," ujarnya.
Marian pun mengapresiasi para pemain yang telah berjuang maksimal di laga ini. Tim kata dia harus memikirkan laga selanjutnya di mana mereka kembali menjalani laga tandang tapi tetap di Stadion Maguwoharjo lantaran bertemu RANS Nusantara FC yang musim ini bermarkas di stadion itu.
"Kami harus sudah kembali berpikir tentang pertandingan selanjutnya. Sepakbola adalah sebuah proses belajar itu kenapa saya senang dengan pemain yang mampu adaptasi dan berharap suatu hari fans kami senang dengan penampilan dan hasil yang kami berikan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Gunungkidul gencarkan Aksi Bergizi di sekolah untuk cegah anemia dan stunting pada remaja putri.
JTT mencatat 149.389 kendaraan melintas GT Cikampek Utama saat libur Idul Adha, naik 32% dibanding kondisi normal.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dengan tarif Rp8.000. Simak jam keberangkatan lengkap dari Yogyakarta hingga Palur untuk perjalanan lebih praktis.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.