Emosi Sesaat Jadi Motif Penganiayaan hingga Tewas di Pajangan
Polisi mengungkap motif penganiayaan Triyanto hingga tewas di Pajangan, Bantul. Tiga terduga pelaku telah diamankan.
PSS vs PSIS, Jumat (21/7/2023)./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Laga lanjutan Liga 1 antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang berakhir dengan skor imbang 2-2. Laga antara PSS kontra PSIS itu digelar di Stadion Maguwoharjo, Jumat (21/7/2023).
Dalam laga itu, Kim Kurniawan yang dipercaya menjadi eksekutor penalti di menit akhir jelang laga bubar, gagal membuat Super Elja meraih poin sempurna. Selain itu, laga tersebut juga terbilang keras dengan diwarnai dua kartu merah.
Di pertandingan itu, tim tamu justru unggul lebih dulu lewat penyerang mereka, Carlos Fortes setelah berhasil memanfaatkan umpan matang dari Septian David Maulana di menit ke-24.
Tertinggal satu gol, anak asuh Marian Mihail terpacu menyerang, tetapi beberapa peluang justru terbuang percuma.
BACA JUGA: PSS Sleman vs PSIS Semarang Sore Ini, Berikut Susunan Pemain Kedua Tim
Sebenarnya, pemain PSS, Ricky Cawor sempat menyamakan kedudukan lewat sontekan pelannya seusai mendapat umpan dari Yevhen Bokhasvili. Sayangnya, wasit justru menganulinya lantaran menganggap posisi Cawor sudah berada di posisi offside.
Tempo pertandingan yang cepat membuat emosi antarpemain cukup tinggi di laga ini. Di menit ke-33, dua pemain dari masing-masing tim harus diusir oleh wasit lantaran ulahnya di lapangan. Keduanya adalah gelandang PSS, Wahyudi Hamisi dan penyerang PSIS, Fortes. Hamisi dinilai memprovokasi Fortes yang dilanggarnya. Sementara Fortes bereaksi berlebihan kepada gelandang PSS Sleman itu.
Menjelang berakhirnya babak pertama, publik Stadion Maguwoharjo dibikin bergemuruh setelah gelandang PSS asal Jepang, Kei Sano secara mengejutkan mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan tendangan sudut yang dilakukan oleh Abduh Lestaluhu.
Di babak kedua jala gawang Anthony Pinthus kembali kebobolan. Umpan jauh cerdik dari Wahyu Prasetyo ke Gali Freitas dieksekusi dengan apik oleh pemain asal Timor Leste itu di menit ke-57. Serangan demi serangan pun kembali dilancarkan oleh skuad Super Elja untuk menghindar dari kekalahan di kandang sendiri.
Barulah di menit ke-78, Bustos yang dilanggar di depan kotak penalti PSIS Semarang membuahkan tendangan bebas bagi PSS Sleman. Jehad Ayoub yang jadi algojo dengan sukses mengirim bola ke sudut kanan gawang dengan tendangan mendatar. Skor berubah menjadi 2-2.
Menjelang pertandingan berakhir, tepatnya di menit ke-95, PSS Sleman berkesempatan membalikkan keadaan setelah Giovani Numberi melanggar pemain PSS Sleman di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih.
Kapten PSS Sleman, Kim Kurniawan yang berinisiatif mengambil tendangan penalti itu gagal menyarangkan bola ke gawang. Sayangnya, tendangan kerasnya justru membentur tiang atas gawang PSIS Semarang.
Sampai laga bubar skor 2-2 bertahan untuk kedua tim. Dengan hasil ini PSS Sleman berada di posisi delapan klasemen sementara dan PSIS Semarang naik ke peringkat kedua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap motif penganiayaan Triyanto hingga tewas di Pajangan, Bantul. Tiga terduga pelaku telah diamankan.
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
Banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-China menewaskan 919 orang. Sebanyak 4.793 lainnya masih hilang, termasuk 853 warga asing.
Stok beras Bulog Banyumas mencapai 76.000 ton setara beras dan dipastikan aman hingga Maret 2027.
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.