Kasus Leptospirosis di Bantul Capai 123 Orang, Enam Meninggal Dunia
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.
Penyerang asing RANS Nusantara FC Evandro Brandao (email)
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyerang asing RANS Nusantara FC Evandro Brandao mengaku terkesan dengan gairah dan semangat para pemain berikut suporter di Liga 1 Indonesia. Kompetisi musim ini pun disebutnya banyak kejutan dengan pertandingan yang susah diprediksi.
Benar saja sampai dengan pekan ketujuh Liga 1 2023 cukup banyak tim yang muncul sebagai kuda hitam. Di musim lalu mereka harus berjuang di papan bawah klasemen, sementara di musim ini berada di peringkat atas.
Begitu pula sebaliknya dengan tim-tim besar yang kadang kesulitan saat laga melawan tim yang dianggap bukan sebagai pesaing utama.
Menurut pemain bernomor punggung 10 itu, sepak bola Tanah Air susah mengandalkan statistik untuk mengetahui pemenang dalam pertandingan.
"Yang membuat saya terkesan dengan sepak bola Indonesia adalah soal passion para pemain dan supporternya, mereka bersedia memberikan segalanya untuk menang serta kualitasnya bagus. Setiap tim juga berpotensi untuk menang dan semua pertandingan susah diprediksi. [Liga 1 Indonesia] penuh kejutan dan ini sangat menarik," ucap Evandro, Sabtu (12/8/2023).
Pada regulasi BRI Liga 1 2023/2024, setiap tim wajib memainkan satu pemain U-23 minimal 45 menit. Dalam pandangan Evandro, regulasi tersebut akan regenerasi masa depan sepak bola Indonesia yang semakin baik.
BACA JUGA: Polisi untuk IKN Harus Fasih Berbahasa China, Ini Faktanya
"Menurut saya, banyak pemain Indonesia punya kualitas serta teknik yang sangat bagus dan tentu saja berpotensi untuk bertambah baik. Saya pikir pada beberapa tahun mendatang akan lebih baik karena saya melihat banyak pemain muda bermunculan. Di RANS Nusantara FC saja banyak pemain muda yang sudah menunjukkan kualitas mereka dan saya pikir pada masa depan akan mulai menunjukkan kehebatannya," kata pria berusia 32 tahun itu.
RANS Nusantara FC pada pekan kedelapan Liga 1 Indonesia akan menjamu Arema FC di Stadion I Wayan Dipta Gianyar pada Senin (14/8/2023). Di atas kertas skuad Magenta Force memang diunggulkan melihat sederet hasil buruk yang dialami Arema FC beberapa pekan terakhir. Namun Evandro mengaku menghargai tim lawan dan tidak menganggap remeh.
"Saya pikir persiapannya sama seperti sebelum-sebelumnya, karena kami sangat menghargai lawan kami. Namun di dalam lapangan, itu akan menjadi 11 pemain melawan 11 pemain. Kami harus bisa menunjukkan [kekompakan] kami dalam sebuah tim. Kami hebat dan percaya bahwa kami bisa mengalahkan tim mana pun karena kami akan melakukan segalanya untuk menang," kata Evandro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.
DPRD DIY menyoroti kekurangan Guru Pendamping Khusus yang dinilai menghambat pemerataan pendidikan inklusif bagi siswa disabilitas di DIY.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting.
KPK mengungkap dugaan pemerasan Imigrasi berlangsung sistemis dari daerah hingga pusat dengan nilai dugaan hasil kejahatan mencapai Rp145,5 miliar.
Kelurahan Wirobrajan mematangkan Program Makan Bergizi Gratis untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan skema distribusi per RW.
YIA menuntaskan 100 persen balik nama sertifikat lahan dengan BPHTB Rp0, memperkuat legalitas aset dan pengembangan kawasan aerotropolis Kulon Progo.