Wajib Belajar 13 Tahun, Bantul Siapkan Pendidikan Prasekolah
Pemkab Bantul mulai menyosialisasikan wajib belajar prasekolah setahun bagi anak usia 5–6 tahun sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.
Suasana pembukaan Grassroot Football Festival yang diselenggarakan Asprov PSSI DIY di Lapangan Kenari pada Sabtu (2/9/2023). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 132 tim dari perwakilan Kabupaten/Kota se-DIY berlaga dalam agenda Grassroot Football Festival yang diselenggarakan Asprov PSSI DIY Sabtu (2/9/2033) di Lapangan Kenari. Ajang pembinaan atlet sepakbola usia 9, 10, 11, dan 12 tahun itu nantinya akan memperebutkan piala bergilir Mangkubumi.
Ketua Umum Asprov PSSI DIY Dessy Arfianto mengatakan, kompetisi berlangsung dari 2 September-15 Oktober yang diikuti oleh Klub Anggota, SSB dan Akademi Sepakbola di wilayah DIY. Total ada sebanyak 2.200 anak yang berpartisipasi dalam Grassroot Football Festival. Tahap awal ini pihaknya fokus pada menumbuhkan minat anak pada olahraga sepakbola.
"Untuk tahap awal kami fokus pada menumbuhkan semangat mereka untuk terus berlatih, sehingga kita datangkan juga tokoh nasional dan sepakbola lokal agar mereka lebih tertarik," kata Dessy.
Dessy menyebut, kompetisi ini juga menjadi dukungan terhadap visi PSSI yang mencanangkan Indonesia bisa berlaga di pentas Piala Dunia 2038 nanti, dengan begitu anak-anak yang sekarang menjalani kompetisi bisa menjadi salah satu pemain yang memperkuat timnas Indonesia di kompetisi tertinggi sepakbola dunia.
"Semoga dari Jogja yang sekarang ada 2.200 anak ini dengan terus kita jaga dan latih mereka bisa jadi salah satu dari 11 pemain timnas yang tampil di Piala Dunia 2038 mendatang," katanya.
Grassroot Football Festival secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali. Ajang ini juga menghadirkan Direktur Teknik PSSI sekaligus Asisten Pelatih Timnas Indonesia Indra Syafri untuk mengisi agenda coaching clinic bersama para pemain. Selain itu para peserta juga ìkut berlaga melawan pemain legenda PSIM Jogja.
Zainudin Amali menyebut, Asprov PSSI DIY menjadi wilayah pertama yang membuka acara Grassroot Football Festival yang nantinya juga diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia. "Ini sekaligus sebagai pelaksanaan roadmap sepakbola kita ke depan terutama soal pembinaan berjenjang dari usia dini," kata dia.
GKR Mangkubumi yang juga hadir di kesempatan tersebut mengapresiasi gelaran Grassroot Football Festival. Menurutnya ajang ini jadi kegiatan positif bagi anak-anak dalam mengembangkan minat dan bakatnya di olahraga sepakbola. "Saya mendukung penuh agenda ini sebagai pembinaan anak-anak yang nantinya bisa menjadi kebanggaan bagi DIY di masa depan," kata Mangkubumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mulai menyosialisasikan wajib belajar prasekolah setahun bagi anak usia 5–6 tahun sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.
Pengacara Irjen Ahrie Sonta memastikan kliennya kooperatif dalam kasus dugaan penyadapan Presiden yang turut menyeret eks Kapolri Listyo Sigit.
Demo di Prancis menuntut kenaikan upah dan menolak biaya hidup tinggi. Sebanyak 448 orang ditangkap dan 53 polisi terluka.
Rakernas SPS 2026 menghasilkan enam rekomendasi strategis, termasuk penetapan Lampung sebagai tuan rumah Kongres SPS pada Juni 2027.
BPS DIY mencatat pekerja informal mencapai 55,14% pada Agustus 2026, naik 1,17 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.