Bangunan Sudah Jadi, Kampung Nelayan Bantul Masih Tertutup
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
Aksi pemain asing PSIM Jogja Aleksandar Rakic dalam laga persahabatan melawan Persekat Tegal yang digelar di Stadion Mandala Krida pada Minggu (27/8/2023)-Istimewa/dok.PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Pelatih Kepala PSIM Kas Hartadi Jogja mengaku cukup puas dengan penampilan timnya terkhusus pemain asing saat berhasil menekuk Persekat Tegal dalam laga persahabatan yang diselenggarakan pada Minggu (27/8/2023) kemarin. Pertandingan yang digelar di Stadion Mandala Krida itu berakhir kemenangan bagi Laskar Mataram dengan skor 1-0.
Di pertandingan yang diselenggarakan bersamaan dengan peluncuran pemain dan jersi 2023 itu, Laskar Mataram langsung menurunkan dua pemain asing anyar mereka yakni penyerang Aleksandar Rakic dan gelandang asal Filipina Andreas Campollo Esswein di babak kedua. Hanya saja Kas menyebutkan bahwa performa tim masih kurang padu di babak pertama terutama di sisi tengah.
"Rakic terus terang kondisinya memang belum pulih semua, jadi dia hanya latihan sekali dan Esswein baru dua kali. Jadi chemistry-nya memang belum ketemu, tapi keduanya menunjukkan performa yang bagus sore tadi meskipun dalam kondisi yang kurang baik," ujarnya.
Juru taktik asal Solo itu pun mengakui di babak pertama anak asuhnya kurang menguasai lini tengah sehingga aliran bola ke sektor depan belum optimal. Di babak kedua ia mengubah strategi permainan dengan memasukkan sejumlah nama dan terbukti Laskar Mataram mampu mencetak gol tendangan bebas lewat aksi Joko Supriyanto.
"Saya akui di babak pertama kita kalah di tengah, tapi babak kedua kita menguasai lapangan tengah sehingga berbuah gol," katanya.
BACA JUGA: Asprov PSSI DIY Gulirkan Kompetisi Piala GKR Mangkubumi untuk Pembinaan Pemain Muda
Menurut Kas, laga melawan Persekat Tegal menjadi pertandingan uji coba terakhir Laskar Mataram menjelang kompetisi Liga 2 bergulir. Sebelum laga perdana yang rencananya diselenggarakan pada 10 September mendatang, ia dan anak asuhnya akan fokus pada upaya pemulihan dan membangun persiapan fisik serta taktik di awal kompetisi.
"Saya pikir tidak ada lagi laga uji coba ya, karena kompetisi kan mulai tanggal 10. Kita akan fokus ke upaya pemeliharaan fisik pemain, aspek teknis dan bagian lain," ujarnya.
Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno mengatakan, pihaknya siap mengarungi Liga 2 musim ini dan para skuad yang diperkenalkan merupakan perjalanan panjang dari dedikasi serta nilai yang mewakili PSIM. Pihaknya berharap agar dukungan yang hadir dari semua pihak di musim ini mampu membawa Laskar Mataram mencapai target.
"Peluncuran ini jadi semangat kolektif bagi kami untuk memulai perjalanan dan perjuangan di kompetisi musim ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
Kecerdasan emosional, kreativitas, dan kepemimpinan diprediksi menjadi keterampilan paling dicari di era AI. Mengapa kemampuan manusia justru semakin berharga.
"Trump Curse" ramai di media sosial usai AS kalah 1-4 dari Belgia di Piala Dunia 2026. Trump disebut bawa sial setelah hubungi FIFA. Ini deretan kekalahan lain
Petani di Bantul mulai beralih menanam kacang tanah dan palawija saat musim kemarau. Tanaman ini dinilai lebih hemat air dan memiliki masa panen yang relatif si
DuckDuckGo luncurkan pemblokir iklan YouTube bawaan gratis. Cukup aktifkan di pengaturan browser, nonton video tanpa iklan tanpa ekstensi. Alternatif YouTube Pr
Prancis vs Maroko: 19 pemain diaspora di skuad Maroko, 6 lahir di Prancis. Sejarah migrasi, identitas, dan sepak bola mewarnai duel perempat final Piala Dunia