Bangunan Liar Marak di JJLS Bantul, Satpol PP Siapkan Penertiban
Satpol PP Bantul akan menertibkan bangunan liar dan semi permanen di sepanjang JJLS yang dinilai melanggar aturan ketertiban umum.
Ketua Umum NPC DIY Hariyanto (kiri) didampingi Ketua Panitia Kejurda NPC DIY 2023 Juned Etri Seaga menjelaskan acara Kejurda NPC DIY 2023 Senin (2/10/2023). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah atlet dari sekolah inklusi dan sekolah luar biasa (SLB) di Jogja akan berpartisipasi dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) National Paralympic Committee (NPC) DIY yang diselenggarakan pada 3-7 Oktober. Kejurda yang digelar untuk kedua kalinya ini akan mempertandingkan 11 cabang olahraga dengan tujuan menemukan atlet terbaik sebagai persiapan untuk event olahraga bergengsi nasional.
Ketua Umum NPC DIY Hariyanto menjelaskan, Kejurda NPC DIY tahun ini merupakan salah satu agenda untuk pembinaan atlet dan juga menemukan bibit atlet usia muda di wilayah setempat. Ajang ini dikonsep sedikit berbeda dibandingkan penyelenggaraan perdana pada 2018 lalu.
BACA JUGA : Ikuti Karnaval, NPC Kulonprogo Bawa Semangat Kesetaraan
"Salah satunya soal keterlibatan dari SLB dan sekolah inklusi yang tujuannya untuk persiapan event olahraga ke depan," katanya, Senin (2/10/2023).
Keterlibatan sekolah inklusi dan SLB dengan usia rata-rata 10 tahun ke atas diharapkan dapat menjaga keberlangsungan atlet di wilayah setempat. Mereka nantinya akan dipantau oleh para pencari bakat untuk direkomendasikan ke kabupaten/kota masing-masing agar mendapat pembinaan lebih lanjut bagi yang berprestasi.
"Dari segi usia memang kami sudah masukkan sebagai syarat yakni 10 tahun, sehingga di Peparnas 2028 mendatang sudah bisa ikut serta. Tujuan kami memang untuk jangka panjang," katanya.
Total ada 11 cabor yang diperlombakan dalam Kejurda NPC 2023 ini dengan jumlah atlet sebanyak 520 orang. Difabel yang ikut serta terdiri dari tuna daksa, netra, tuli, dan tunagrahita. "Hasil Kejurda ini juga jadi catatan evaluasi pembinaan prestasi baik itu dari Pelatda dan luar Pelatda agar kami olah jadi bahan peningkatan prestasi ke depan," imbuhnya.
Ketua Panitia Kejurda NPC DIY 2023 Juned Etri Seaga mengungkapkan, cabor atletik menjadi pertandingan yang diikuti paling banyak peserta dengan jumlah 146 orang. Selanjutnya juga ada angkat berat 33 peserta, boccia 37 peserta, bulutangkis 72 peserta, catur 50 peserta, judo blind 12 peserta, lawn bowls 36 peserta, panahan 25 peserta, para taekwondo 11 peserta, tenis kursi roda 20 peserta dan tenis meja 78 peserta.
BACA JUGA : Sambangi NPC Jogja, Ketum IOA Yayuk Basuki: Atlet Difabel Punya Hak yang Sama
Dalam ajang ini tidak ada pembeda antara atlet senior dengan atlet dari sekolah inklusi maupun SLB. Mereka digabungkan ke dalam pertandingan sesuai dengan cabor yang diikuti. "Kejurda ini kita juga jadikan sebagai ajang pemantauan kepada atlet dari SLB dan sekolah inklusi. Kita pasang penanggung jawab di setiap cabor untuk melaporkan atlet pelajar yang bagus untuk kemudian mendapat pembinaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul akan menertibkan bangunan liar dan semi permanen di sepanjang JJLS yang dinilai melanggar aturan ketertiban umum.
Apple membuka pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max mulai Rp21,11 juta dengan opsi trade-in, cicilan, leasing, dan empat pilihan warna.
FKY 2026 di Sleman berlangsung 13-19 September. Cek rekayasa lalu lintas dan 21 kantong parkir saat pembukaan dan penutupan.
Pemerintah Kabupaten Klaten terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program intervensi.
Astra Financial menghadirkan literasi keuangan dan Festival UMKM dalam SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 yang diikuti 5.000 pelari.
Sevilla mengalahkan Valencia 1-0 pada pekan kelima Liga Spanyol lewat gol Juan Iglesias dan naik ke posisi ketiga klasemen.