MJM 2026 Pecahkan Rekor, UMKM dan Budaya Ikut Terdongkrak
MJM 2026 di Prambanan pecahkan rekor peserta, dorong UMKM, budaya, dan aksi lingkungan berkelanjutan.
Timnas U-17./PSSI
Harianjogja.com, SURABAYA- Pertandingan Timnas Indonesia vs Timnas Ekuador di Group A di Piala Dunia U-17 2023 berakhir imbang, 1-1. Meski mendapat dukungan puluhan ribu supporter di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (10/11/2023) malam WIB, Ekuador tampil lebih dominan atas Timnas Indonesia.
Penguasaan bola Timnas Indonesia masih jauh dari tim lawan. Dua menit laga berjalan, gawang Indonesia nyaris bobol. Tendangan kapten Ekuador Michael Bermudez dari luar kotak penalti berhasil ditepis Ikram Al Giffari. Sejurus kemudian, percobaan dari Keny Aroyo juga berhasil diamankan Ikram.
BACA JUGA: Piala Dunia U-17, Indonesia vs Ekuador, Susunan Pemain dan Link Streaming
Ekuador memang lebih menguasai pertandingan selama pertandingan berlangsung. Meski begitu, Arkhan Purwanto dkk terus berupaya menjebol pertanahan musuh. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah beberapa kali gagal.
Gawang Ekuador yang dikawal Cristian Loor akhirnya jebol oleh sepakan Arkhan Purwanto pada menit ke 22. Diawali serangan dari sisi kiri yang dibandung Riski Afrisal, bola kemudian dikirim ke depan gawang. Akhran pun dengan mudah menjebol gawang Loor. Indonesia memimpin 1-0.
Enam menit kemudian, Ekuador mampu menyamakan skor 1-1 lewat Allen Obando. Serangan Ekuador dari sisi kanan mampu ditanduk Obando di depan gawang tanpa bisa dihalau Ikram.
Jual beli serangan terus terjadi. Namun dominasi Ekuador dalam menyerang Indonesia membuat Arkhan dkk lebih banyak bermain di lapangan sendiri.
Sebelum turun minum, Indonesia sempat bobol pada menit ke-44. Jair Collahuazo menggiring bola dari jarak dekat dalam situasi kemelut di kotak penalti. Ikram sempat menepis bola namun justru masuk ke gawang.
Namun demikian, selebrasi Ekuador cuma bertahan sesaat setelah gol itu dianulir VAR lantaran Collahuazo terjebak offside. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuk di babak kedua, Indonesia coba mengambil inisiatif serangan di awal. Umpan terobosan ke kotak penalti hampir dimanfaatkan oleh Arkhan, sayangnya Loor lebih cepat menggapai bola.
Dominasi serangan Ekuador terus berlanjut pada babak kedua. Meski begitu, gelombang serangan dari Ekuador masih bisa dipatahkan oleh Garuda Muda.
Wasit memberi tambahan waktu 13 menit di babak kedua karena beberapa insiden yang terjadi. Ekuador terus berupaya menambah gol di sisa injury time yang terbilang panjang. Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap sama, 1-1.
Susunan pemain
Indonesia: Ikram Al Giffari, Andre Pangestu (Rizdjar Nurviat 44'), Figo Dennis (Hanif Ramadhan 65'), Iqbal Gwijangge, Sultan Zaky, Welber Jardim, Kafiatur Rizky (Tonchi Shouter 73'), Rizky Afrisal, Ji Da-bin (Achmad Zidan 72'), Jehan Pahlevi (Nabil Asyura 65'), Arkhan Kaka
Ekuador: Cristian Loor, Jair Collahuazo, Ivis Davis, Jesos Polo, Elkin Ruiz (Yorkaeff Caicedo 91'), Jairo Reyes (Erick Zambrano 76'), Juan Rodriguez, Keny Arroyo (Geremy de Jesus 91'), Allen Obando, Santiago Sanchez (Isaac Sanchez 91'), Michael Bermudez (Yandri Vasquez 76')
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MJM 2026 di Prambanan pecahkan rekor peserta, dorong UMKM, budaya, dan aksi lingkungan berkelanjutan.
UGM dan Chile memperkuat kerja sama riset Antarktika dan perubahan iklim, sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan dan mitigasi bencana.
Polres Kulonprogo membongkar penipuan sertifikat IELTS palsu yang menyasar calon PMI ke Australia. Kerugian korban mencapai Rp40 juta.
BRIN menemukan dapur Makan Bergizi Gratis masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara daerah dengan stunting dan kemiskinan tinggi justru minim fasilitas.
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Dua peserta SPPI meninggal saat mengikuti Latsarmil Kemenhan. Berikut kronologi, penyebab kematian, dan langkah evaluasi yang dilakukan.