Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Timnas U-17./PSSI
Harianjogja.com, SURABAYA- Pertandingan Timnas Indonesia vs Timnas Ekuador di Group A di Piala Dunia U-17 2023 berakhir imbang, 1-1. Meski mendapat dukungan puluhan ribu supporter di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (10/11/2023) malam WIB, Ekuador tampil lebih dominan atas Timnas Indonesia.
Penguasaan bola Timnas Indonesia masih jauh dari tim lawan. Dua menit laga berjalan, gawang Indonesia nyaris bobol. Tendangan kapten Ekuador Michael Bermudez dari luar kotak penalti berhasil ditepis Ikram Al Giffari. Sejurus kemudian, percobaan dari Keny Aroyo juga berhasil diamankan Ikram.
BACA JUGA: Piala Dunia U-17, Indonesia vs Ekuador, Susunan Pemain dan Link Streaming
Ekuador memang lebih menguasai pertandingan selama pertandingan berlangsung. Meski begitu, Arkhan Purwanto dkk terus berupaya menjebol pertanahan musuh. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah beberapa kali gagal.
Gawang Ekuador yang dikawal Cristian Loor akhirnya jebol oleh sepakan Arkhan Purwanto pada menit ke 22. Diawali serangan dari sisi kiri yang dibandung Riski Afrisal, bola kemudian dikirim ke depan gawang. Akhran pun dengan mudah menjebol gawang Loor. Indonesia memimpin 1-0.
Enam menit kemudian, Ekuador mampu menyamakan skor 1-1 lewat Allen Obando. Serangan Ekuador dari sisi kanan mampu ditanduk Obando di depan gawang tanpa bisa dihalau Ikram.
Jual beli serangan terus terjadi. Namun dominasi Ekuador dalam menyerang Indonesia membuat Arkhan dkk lebih banyak bermain di lapangan sendiri.
Sebelum turun minum, Indonesia sempat bobol pada menit ke-44. Jair Collahuazo menggiring bola dari jarak dekat dalam situasi kemelut di kotak penalti. Ikram sempat menepis bola namun justru masuk ke gawang.
Namun demikian, selebrasi Ekuador cuma bertahan sesaat setelah gol itu dianulir VAR lantaran Collahuazo terjebak offside. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuk di babak kedua, Indonesia coba mengambil inisiatif serangan di awal. Umpan terobosan ke kotak penalti hampir dimanfaatkan oleh Arkhan, sayangnya Loor lebih cepat menggapai bola.
Dominasi serangan Ekuador terus berlanjut pada babak kedua. Meski begitu, gelombang serangan dari Ekuador masih bisa dipatahkan oleh Garuda Muda.
Wasit memberi tambahan waktu 13 menit di babak kedua karena beberapa insiden yang terjadi. Ekuador terus berupaya menambah gol di sisa injury time yang terbilang panjang. Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap sama, 1-1.
Susunan pemain
Indonesia: Ikram Al Giffari, Andre Pangestu (Rizdjar Nurviat 44'), Figo Dennis (Hanif Ramadhan 65'), Iqbal Gwijangge, Sultan Zaky, Welber Jardim, Kafiatur Rizky (Tonchi Shouter 73'), Rizky Afrisal, Ji Da-bin (Achmad Zidan 72'), Jehan Pahlevi (Nabil Asyura 65'), Arkhan Kaka
Ekuador: Cristian Loor, Jair Collahuazo, Ivis Davis, Jesos Polo, Elkin Ruiz (Yorkaeff Caicedo 91'), Jairo Reyes (Erick Zambrano 76'), Juan Rodriguez, Keny Arroyo (Geremy de Jesus 91'), Allen Obando, Santiago Sanchez (Isaac Sanchez 91'), Michael Bermudez (Yandri Vasquez 76')
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Fernando Alonso memastikan bertahan di Aston Martin. Simak alasan pembalap 45 tahun itu tetap melanjutkan karier di Formula 1.
Tri Wahyuni tampil di Asian Games 2026 pada 1 Oktober. Simak jadwal kualifikasi senam ritmik dan peluangnya menuju final.
Media Bangladesh menyoroti Timnas Indonesia jelang laga penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Kamis (1/10/2026)
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.