Ratusan Pelajar Bantul Diajak Keliling Museum Sepanjang 2026
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Seto Nurdiantoro./ Instagram
Harianjogja.com, JOGJA - Manajemen PSIM Jogja resmi merekrut pelatih kepala baru mereka untuk mengarungi Liga 2 musim 2024/2025 mendatang. Adalah Seto Nurdiyantoro, sosok yang telah lama melekat dengan Laskar Mataram yang dipilih manajemen untuk menjadi nakhoda klub.
Pelatih berlisensi AFC Pro itu memiliki sejarah panjang bersama PSIM Jogja. Bermula sejak tiga dekade lalu, Seto mulai bertaut dengan Laskar Mataram. Pertama kali bergabung dengan PSIM Jogja sebagai pemain, sebelum akhirnya menjadi pelatih. Kiprahnya sebagai pemain yang berdedikasi telah meletakkan dasar yang kuat untuk kariernya di dunia kepelatihan.
Seto mengatakan, jabatan pelatih kepala yang kembali diembannya di Laskar Mataram merupakan panggilan untuk kembali ke rumah. Momentum ini juga dianggapnya sebagai bentuk balas budi pada PSIM Jogja.
“Seperti kembali ke rumah. Di PSIM Jogja lah saya memulai karier sebagai pesepak bola profesional, di PSIM Jogja juga saya memulai karier sebagai pelatih. Jadi seperti ada utang budi juga di PSIM Jogja,” ungkap Seto, Minggu (5/5/2024).
Saat terakhir sebagai nakhoda PSIM Jogja, Seto berhasil membawa Laskar Mataram menjadi peringkat keempat Liga 2. Namun hasil tersebut tidak cukup untuk membawa PSIM naik ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi Seto untuk menjalani musim 2024/2025 mendatang.
BACA JUGA: Eks PSS dan PSIM Seto Nurdiantoro Berebut Kursi DPR RI dengan Mertuanya, Mbah Bardi
“Seperti di musim sebelumnya, tapi punya gereget tersendiri. Harapan saya, keinginan saya, gereget saya tahun ini didukung oleh manajemen sepenuhnya, didukung oleh suporter/pecinta PSIM Jogja. Semoga keinginan saya pribadi untuk membawa PSIM Jogja ke level tertinggi di kompetisi tahun ini bisa tercapai,” papar Seto.
Seto paham bahwa langkah besar ini tidak bisa ia bawa sendiri. Ia mengajak seluruh elemen di balik Laskar Mataran turut bergotong-royong.
“Tapi ini bukan kerja saya sendiri, harapannya semua pemangku kepentingan yang saya sebut tadi benar-benar mendukung. Dukungan bukan hanya yang kasat mata, tapi juga doa dan spiritual, itu yang paling penting. Harapannya antara ikhtiar dan doa kita yang tak terlihat bisa berjalan beriringan dan tahun ini PSIM Jogja naik kasta,” pungkas dia.
Manajer Tim PSIM Jogja Razzi Taruna menyambut gembira kedatangan kembali Seto sebagai Pelatih Kepala PSIM Jogja. “Saya sangat senang akhirnya Coach Seto bisa resmi kami umumkan sebagai Pelatih Kepala PSIM Jogja musim depan. Selamat datang kembali ke rumah, Coach,” kata Razzi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.