BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejaksaan DIY Awasi Kepatuhan Perusahaan
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan se-DIY memperkuat koordinasi untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan melindungi pekerja.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menyaksikan laga pembuka Copa Amerika 2024 di antara Argentina vs Kanada di Mercedes Benz Stadium, Atlanta./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Meski timnya sukses mengalahkan Kanada dengan skor 3-0 di laga pembuka Grup A Copa America 2024, Pelatih Argentina, Lionel Scaloni tetap mengaku kecewa dengan penyelenggara Copa Amerika yang mengizinkan penggunaan rumput sintetis di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat. Stadion itu menjadi venue laga Argentina vs Kanada yang digelar pada Jumat pagi WIB.
Dalam laga itu, Argentina menang 2-0 atas Kanada melalui gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.
Namun, Scaloni merasa tidak puas dengan penampilan timnya di atas rumput sintetis yang menurutnya tidak cocok untuk pertandingan turnamen besar.
"Untungnya kami menang, jika tidak, maka akan menjadi alasan murahan untuk duduk di sini dan mengeluhkan hal ini," kata Scaloni sebagaimana diwartakan AFP, Jumat.
Rumput di Stadion Mercedes-Benz yang menjadi markas klub Major League Soccer (MLS) Atlanta United memang menggunakan rumput sintetis.
Namun, rumput sintetis itu berada di lapisan bawah, sedangkan di atasnya tetap menggunakan rumput dengan lapisan tanah.
Pihak penyelenggara sudah memasang lapisan rumput itu sejak 15 Juni, atau satu hari setelah Atlanta United memainkan pertandingan kandang terakhir.
BACA JUGA: Peringkat FIFA, Indonesia Tetap di 134
Kendati demikian, Scaloni menilai permukaan rumput itu tidak cocok untuk sebagian besar pesepak bola, bahkan menyulitkan pemain untuk menjalankan taktik. "Itu tidak bagus untuk tontonan. Maaf, ini bukan alasan, tapi ini seperti bukan lapangan [sepak bola]," keluh Scaloni. "Sejujurnya itu tidak bagus. Tidak cocok untuk pemain," kata dia.
“Mereka tidak merasa percaya diri dengan kondisi lapangan yang buruk, mereka tidak bisa memberikan umpan-umpan yang mereka inginkan," kata mantan pemain Deportivo La Coruna dan Lazio itu.
“Mengingat kondisi lapangan yang buruk, tidak banyak yang bisa kami lakukan,” kata dia.
Kiper Argentina, Emiliano Martinez juga kecewa dengan kondisi lapangan yang membuat pergerakan bola seperti terombang-ambing. "Di lapangan yang penuh bencana, membuat kami agak kesulitan,” kata Emiliano Martinez.
Argentina tergabung di Grup A Copa Amerika bersama Kanada, Chile dan Peru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan se-DIY memperkuat koordinasi untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan melindungi pekerja.
DPR berencana membahas RUU Penyadapan pada Desember 2026 setelah RUU Perampasan Aset rampung. Regulasi ini untuk mengatur batas dan mekanisme penyadapan.
Polres Gunungkidul mengungkap dua kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Polisi mengamankan dua truk, 12 barcode, dan 35 pelat nomor.
PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis di I.League Cup 2026/2027. Pieter Huistra memuji penampilan para pemain muda Super Elang Jawa.
Administrasi Risto Vidakovic belum rampung. Guntur Cahyo Utomo masih memimpin PSIM saat menjamu Dewa United di Stadion Sultan Agung.
Kapolri menegaskan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal dengan tiga personel Polri sebagai tersangka murni proses penegakan hukum.