BIGBANG Konser di Bangkok Akhir Pekan Ini, Cek Barang Wajib Dibawa
BIGBANG menggelar konser di Bangkok pada 7-8 November 2026. Simak daftar barang bawaan, aturan penonton, dan informasi pembelian tiket.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel saat memimpin latihan di Stadion Mandala Krida pada latihan perdana, Selasa (1/7/2025) - Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel mengaku buta dengan kekuatan dari Persebaya Surabaya.
Padahal, kedua tim dijadwalkan akan menjalani laga pembuka kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 8 Agustus mendatang. Oleh karena itu, pelatih asal Belanda itu mengaku akan mulai mengamati dan mempelajari terkait kekuatan dari Bajul Ijo.
BACA JUGA: Persebaya Surabaya vs PSIM Jogja Jadi Laga Pembuka Super League 2025/2026
"Bagaimana dia main dan bagaimana strukturnya, perlu saya lihat dan pelajari lebih dulu," kata Van Gastel, Selasa (8/7/2025) sore.
Menurut van Gastel saat ini dirinya masih fokus pada persiapan awal menghadapi kompetisi Super League 2025/2026. Apalagi, saat ini, skuat belum komplet. PSIM Jogja saat ini baru memiliki 25 pemain. Terdiri dari 7 pemain asing dan sisanya adalah pemain lokal baik yang musim lalu dipertahankan, maupun baru didatangkan.
"Jadi masih sangat jauh untuk persiapan taktikal dan sebagainya," katanya.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus mengatakan Persebaya melawan PSIM Jogja di Surabaya akan menjadi laga pembuka Super League 2025/2026 branding baru dari Liga 1 Indonesia.
"Laga pembuka Persebaya melawan PSIM," kata Ferry saat menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan luar biasa PT LIB kepada wartawan di Jakarta pada Senin (7/7/2025).
Ferry menjelaskan tak ada ketentuan atau keharusan pihaknya menggelar laga pembuka dengan selalu melibatkan juara liga utama melawan juara liga kedua.
Tapi sebelum ini laga pembuka mempertemukan juara divisi utama dengan juara divisi kedua, yakni Persib yang menjadi juara Liga 1 2023/2024, dengan PSBS Biak yang merupakan juara Liga 2 2023/2024.
"Kenapa (Persebaya vs PSIM), karena kita enggak punya seperti keharusan atau tradisi menghadirkan juara Liga 1 dengan juara Liga 2. Kita merasa kapan pun bisa memilih siapa saja," jelas dia.
"Yang pasti kita mau secara komersial bagus, looks-nya memadai, suporternya banyak. Makanya kita memilih Persebaya melawan PSIM. Mainnya di Surabaya. Jadi jangan dipelintir, 'Liga merubah dari Persib ke Persebaya'. Itu enggak ada keharusan," tambah dia.
Super League akan dimulai pada 8 Agustus dan berakhir akhir Mei tahun depan. Untuk finalisasi jadwal Super League, Ferry berjanji melakukannya pekan ini.
"Kemudian dalam waktu dekat, kita akan merilis jadwal yang akan kita finalisasi di hari Rabu," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIGBANG menggelar konser di Bangkok pada 7-8 November 2026. Simak daftar barang bawaan, aturan penonton, dan informasi pembelian tiket.
Mutasi Polri November 2026 menyasar enam perwira terkait Polda DIY, termasuk pergantian Kapolresta dan Wakapolresta Yogyakarta.
Sri Sultan mengingatkan pemanfaatan kekayaan geologi Indonesia harus memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
PVMBG menjelaskan daratan baru di perairan Tual terbentuk dari material mud volcano yang terdorong ke permukaan setelah aktivitas gempa.
Rosan Roeslani menargetkan laporan keuangan Danantara selesai November 2026 setelah proses konsolidasi lebih dari 1.000 perusahaan.
DPRD Kulonprogo meminta event wisata tetap digelar pada 2027. Dispar mencatat 12 agenda, termasuk Arung Progo Festival menuju PON 2028.