Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel saat memimpin latihan di Stadion Mandala Krida pada latihan perdana, Selasa (1/7/2025) - Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel mengaku buta dengan kekuatan dari Persebaya Surabaya.
Padahal, kedua tim dijadwalkan akan menjalani laga pembuka kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 8 Agustus mendatang. Oleh karena itu, pelatih asal Belanda itu mengaku akan mulai mengamati dan mempelajari terkait kekuatan dari Bajul Ijo.
BACA JUGA: Persebaya Surabaya vs PSIM Jogja Jadi Laga Pembuka Super League 2025/2026
"Bagaimana dia main dan bagaimana strukturnya, perlu saya lihat dan pelajari lebih dulu," kata Van Gastel, Selasa (8/7/2025) sore.
Menurut van Gastel saat ini dirinya masih fokus pada persiapan awal menghadapi kompetisi Super League 2025/2026. Apalagi, saat ini, skuat belum komplet. PSIM Jogja saat ini baru memiliki 25 pemain. Terdiri dari 7 pemain asing dan sisanya adalah pemain lokal baik yang musim lalu dipertahankan, maupun baru didatangkan.
"Jadi masih sangat jauh untuk persiapan taktikal dan sebagainya," katanya.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus mengatakan Persebaya melawan PSIM Jogja di Surabaya akan menjadi laga pembuka Super League 2025/2026 branding baru dari Liga 1 Indonesia.
"Laga pembuka Persebaya melawan PSIM," kata Ferry saat menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan luar biasa PT LIB kepada wartawan di Jakarta pada Senin (7/7/2025).
Ferry menjelaskan tak ada ketentuan atau keharusan pihaknya menggelar laga pembuka dengan selalu melibatkan juara liga utama melawan juara liga kedua.
Tapi sebelum ini laga pembuka mempertemukan juara divisi utama dengan juara divisi kedua, yakni Persib yang menjadi juara Liga 1 2023/2024, dengan PSBS Biak yang merupakan juara Liga 2 2023/2024.
"Kenapa (Persebaya vs PSIM), karena kita enggak punya seperti keharusan atau tradisi menghadirkan juara Liga 1 dengan juara Liga 2. Kita merasa kapan pun bisa memilih siapa saja," jelas dia.
"Yang pasti kita mau secara komersial bagus, looks-nya memadai, suporternya banyak. Makanya kita memilih Persebaya melawan PSIM. Mainnya di Surabaya. Jadi jangan dipelintir, 'Liga merubah dari Persib ke Persebaya'. Itu enggak ada keharusan," tambah dia.
Super League akan dimulai pada 8 Agustus dan berakhir akhir Mei tahun depan. Untuk finalisasi jadwal Super League, Ferry berjanji melakukannya pekan ini.
"Kemudian dalam waktu dekat, kita akan merilis jadwal yang akan kita finalisasi di hari Rabu," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.