Advertisement
Berkekuatan 23 Pemain, Timnas Malaysia U-23 Optimistis Mampu Berbicara di Piala AFF U-23 2025

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Malaysia U-23 telah bertolak ke Indonesia, pada Minggu (13/7/2025). Ada sebanyak 23 pemain yang dibawa dalam rombongan tim yang dibesut oleh Nafuzi Zain. Sejauh ini Timnas U-23 optimistis mampu berbicara di ajang Piala AFF U-23 2025 yang digelar di Indonesia.
BACA JUGA: Gegara Layang-Layang Dua Pengendara Motor Tabrakan
Advertisement
“Setelah berakhirnya kompetisi ‘elite match’ dan beberapa laga uji coba, saya telah memutuskan untuk membawa 23 pemain terbaik ke Jakarta,” kata Nafuzi, dikutip dari Berita Harian, Minggu (13/7/2025).
“Dalam situasi saat ini, mereka adalah yang terbaik dan saya percaya mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi, yang menjadi aspek utama,” terang pria asal Malaysia itu.
Sejauh ini skuad muda Harimau Malaya telah mempersiapkan diri dengan matang jelang Piala AFF U-23 2025. Mereka telah menjalani tiga laga uji coba melawan 3 klub Liga Super Malaysia, yakni menang atas PDRM FC (1-0), Melaka FC (4-1), dan satu kekalahan dari Negeri Sembilan FC (0-1).
Penyerang Aliff Izwan Yuslan mengaku antusias jelang Piala AFF U-23 2025. Pemain Selangor FC itu mengaku kekuatan yang dimiliki skuad muda Harimau Malaya adalah hubungan yang erat antara semua pemain.
"Menurut saya, ini sangat penting dalam sepak bola. Karena tanpa adanya ikatan (bonding), akan sulit bermain sebagai satu tim,” ujar Aliff.
Piala AFF U-23 2025 akan digelar di Indonesia pada 15-29 Juli 2025. Malaysia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Timnas Indonesia U-23, Filipina U-23, dan Brunei Darussalam U-23.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Kesaksian Warga Saat Melihat Rumah Menkeu Sri Mulyani Dijarah Massa
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Pemangkasan Danais 2026, DPRD DIY Ingatkan Risiko Kontraksi APBD
- Sanden Fair 2025 Angkat UMKM dan Budaya Sebagai Gerbang Selatan DIY
- Termasuk Gunungkidul, Indonesia Kekurangan Mediator Hubungan Industrial
- Ombudsman Akan Lakukan Kajian Mendalam Pelaksanaan MBG di DIY
- Kasus Pelecehan Guru PPPK di SMP Sedayu, Pemkab Bantul Ambil Langkah Tegas
Advertisement
Advertisement