Quartararo Pilih Honda untuk MotoGP 2027, Bukan Ducati. Kenapa?
Fabio Quartararo menjelaskan alasan memilih Honda untuk MotoGP 2027 meski Ducati masih menjadi salah satu kekuatan utama.
PSSI menguji coba VAR./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) pada laga final Piala AFF U23 2025 antara timnas U23 Indonesia vs Vietnam, Selasa (27/7/2025) malam disambut positif sejumlah pihak. Salah satunya adalah pemain timnas U23 Vietnam.
BACA JUGA: Final Piala AFF U23 2025 Gunakan VAR
“Saya pikir pertandingan nanti dibutuhkan keadilan dari kedua tim. Pertandingan ini sangat penting dan diperlukan transparansi,” ujar Nguyen Dinh Bac dikutip dari Bongda24h, Senin (28/7/2025).
“Kami akan melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan mendatang,” katanya.
“Jika kami mendapatkan kesempatan bermain, kami akan bermain dengan seluruh kemampuan kami untuk bendera dan seragam ini,” tambahnya.
Akun ASEAN Football mengungkapkan, penggunaan VAR di final ini dianggap sebagai langkah penting untuk mendukung kinerja wasit dalam situasi-situasi sensitif dan memastikan keabsahan gol. Hal ini tentunya menjadi perhatian utama mengingat rivalitas sengit antara Vietnam dan Timnas Indonesia, terutama di laga final, yang seringkali diwarnai oleh insiden kontroversial.
"Konfrontasi antara Vietnam dan Indonesia (terutama di final) selalu sengit dan seru, sehingga pasti akan ada banyak situasi kontroversial. Penggunaan teknologi VAR akan membantu wasit mengendalikan pertandingan untuk membuat keputusan yang paling objektif dan akurat dalam situasi sensitif bagi kedua belah pihak,” bunyi laporan akun tersebut.
Pentingnya VAR terlihat jelas dari insiden di semifinal antara Vietnam U-23 dan Filipina U-23 pada 25 Juli lalu. Saat itu, wasit keliru memberikan kartu merah kepada pemain Filipina. Dalam sebuah perebutan bola di menit ke-90+5, pemain nomor 2 Filipina, Noah Leddel, mendorong Quoc Viet hingga terjatuh. Namun, karena keterbatasan pengamatan, wasit justru memberikan kartu kepada Jaime Rosquillo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fabio Quartararo menjelaskan alasan memilih Honda untuk MotoGP 2027 meski Ducati masih menjadi salah satu kekuatan utama.
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
243 reklame rokok ditemukan tak berizin dan tak bayar pajak di Kulonprogo. DPRD menyoroti potensi kebocoran PAD dari reklame.
Herlina Pakpahan meminta Srikandi Hanura turun langsung menyerap aspirasi perempuan melalui kaderisasi, pengabdian dan solidaritas.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi 49,85 ton kacang tanah ilegal asal India dari Pelabuhan Dumai hingga Jakarta Utara.
Wamen ATR Ossy Dermawan mengungkap arahan Nusron Wahid di tengah kasus suap HGB dan gratifikasi di lingkungan ATR/BPN.