Sleman Siap Terapkan UU Penyesuaian Pidana, Perda Tak Perlu Direvisi
Pemkab Sleman siap menerapkan UU Penyesuaian Pidana. Ribuan perda tak perlu direvisi satu per satu berkat mekanisme konversi sanksi.
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Menuju pertandingan terakhir di putaran pertama Pegadaian Championship 2025/2026, PSS Sleman telah melalui delapan pertandingan berat. Meski masih berada di puncak klasemen, menjaga momentum kemenangan menjadi aspek penting untuk menjaga asa Super Elja kembali naik kasta.
Di mata Pelatih Kepala PSS Sleman Ansyari Lubis, delapan laga yang telah dijalani Super Elja di putaran pertama musim ini bukan lah hal yang mudah. Dia bersyukur timnya bisa meraih enam kemenangan, satu kali seri dan satu kali kalah hingga saat ini.
"Delapan pertandingan yang sudah kami jalani tidak ada yang mudah. Kami bersyukur telah menorehkan enam kemenangan, satu kali imbang dan sekali kalah," ungkap Ansyari pada Selasa (4/11/2025)
Ansyari menilai peluang tim meraih kemenangan dalam setiap pertandingannya relatif merata. Akan tetapi, tim yang dapat memanfaatkan momentum menjadi kemenangan merupakan faktor pembeda.
"Selama ini kami mampu menjaga momentum positif dengan baik walau dua pertandingan terakhir kami tidak meraih kemenangan," katanya.
Kendati demikian, pria yang akrab disapa uwak itu menyoroti hasil dua pertandingan terakhir Super Elja yang gagal meraih kemenangan. Menurutnya, hasil minor ini menjadi alarm peringatan bagi seluruh penggawa PSS agar terus bekerja keras dan meningkatkan kualitas performa di pertandingan.
"Kami semua menyadari dua hasil pertandingan terakhir belum sesuai harapan. Puji syukur saat briefing sebelum latihan para pemain berkomitmen menjaga intensitas permainan serta kesiapan mental pemain menghadapi tekanan dari pertandingan ke pertandingan," ujarnya.
Ansyari menegaskan bila momentum kemenangan harus dijaga. Saat hasil pertandingan tak memenuhi target, tim kata dia harus segera bangkit
"Momentum kemenangan harus dijaga. Sementara saat hasil akhir pertandingan mengecewakan tim harus cepat bangkit," ucapnya.
Sorotan Ansyari soal menjaga momentum kemenangan ini agaknya memang begitu penting mengingat ketatnya persaingan di papan atas klasemen Pegadaian Championship grup timur. Meski masih menempati peringkat pertama klasemen, Sleman yang telah mengoleksi 19 poin ditempel Barito Putera di peringkat kedua dengan raihan 18 poin.
Sementara itu Deltras FC yang mengoleksi 16 poin di posisi ketiga juga berpotensi menjadi kompetitor PSS Sleman. Ansyari menilai ketatnya tingkat persaingan di Pegadaian Championship. Persaingan ini juga menuntut para pemainnya untuk terus meningkatkan kinerja baik saat sesi latihan maupun pertandingan
"Kompetisi ini terus berjalan, artinya setiap tim lebih mudah mengetahui seperti apa karakter lawan yang akan dihadapi. Situasi seperti ini memang tidak terhindarkan dalam sebuah kompetisi," ungkapnya.
"Hal ini tentu saja wajib bagi setiap peserta kompetisi meningkatkan performa dengan mempertajam taktikal serta beradaptasi dengan tim lawan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman siap menerapkan UU Penyesuaian Pidana. Ribuan perda tak perlu direvisi satu per satu berkat mekanisme konversi sanksi.
Harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026 berubah. Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo turun, sementara Pertalite dan Pertamax tetap.
Meta mengakui AI belum mampu menekan spam judi online di Facebook dan Instagram karena pelaku terus mengubah modus untuk menghindari deteksi.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Presiden Prabowo menegaskan Polri berperan strategis menjaga keamanan dan menyampaikan enam pesan penting pada Hari Bhayangkara ke-80.
Sensus Ekonomi 2026 mencatat UMKM DIY masih didominasi usaha mikro. Dinkop UKM DIY memperkuat pendampingan agar pelaku usaha bisa naik kelas.