Advertisement

PSS Kalah dari Kendal, Ansyari Kritik Kepemimpinan Wasit

Catur Dwi Janati
Rabu, 07 Januari 2026 - 05:47 WIB
Sunartono
PSS Kalah dari Kendal, Ansyari Kritik Kepemimpinan Wasit Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis saat ditemui di Lapangan Pakembinagun pada Rabu (8/10 - 2025).

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kekalahan PSS Sleman dari Kendal Tornado FC pada pekan ke-14 Pegadaian Championship 2025/2026 memicu kritik keras dari Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis. Ia menilai laga yang berjalan menarik justru tercoreng oleh kepemimpinan wasit yang dinilainya tidak adil.

Ansyari mengakui permainan Kendal Tornado FC tampil solid dengan tekanan tinggi sejak awal laga. Meski sempat kesulitan, PSS Sleman mampu bangkit dan menyamakan kedudukan sebelum kembali tertinggal dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Sriwedari, Senin (5/1/2026) malam.

Advertisement

Namun, pelatih yang akrab disapa Uwak itu menilai sejumlah keputusan wasit merugikan kedua tim. Ia menyoroti inkonsistensi pemberian kartu serta keputusan krusial yang berdampak langsung pada jalannya pertandingan, termasuk dianulirnya gol PSS Sleman melalui tinjauan VAR tanpa penjelasan yang jelas. 

​"Kami keteteran di awal babak pertama, kami tahu dia [Kendal] juga melakukan pressing-pressing yang cukup membuat kami juga agak sulit gitu. Tetapi setelah itu, kita juga bisa membalikkan keadaan. Tetapi yang saya sayangkan dalam pertandingan hari ini, kedua tim bermain dengan kualitas yang bagus, tapi dipimpin oleh wasit yang tidak bagus," tegas Ansyari dalam Post Match Press Conference pada Senin (5/1/2026) malam.

Ansyari tak mempermasalahkan hukuman kartu merah yang diberikan wasit kepada Ferrel Arda. Menurut Ansyari, kartu merah merupakan salah satu risiko dalam pertandingan. 

​"Kami enggak ada masalah mau dikartu merah. Dalam sepak bola itu biasa, karena itu risiko dalam pertandingan sepak bola," ujarnya. 

Hanya saja banyak keputusan-keputusan wasit yang dinilai Ansyari merugikan untuk tim yang bertanding.  "Ini saya belum pernah sekalipun ngomong wasit, tapi hari ini saya kira sepak bola kita harus berbenah. Banyak keputusan-keputusan yang saya kira sangat merugikan," tegasnya. 

Dalam proses kartu merah yang diberikan Ferrel, Ansyari mempertanyakan kenapa pemainnya yang langsung mendapatkan kartu kuning kedua. 

​"Lihat ketika pemain, dua pemain mereka ditarik karena kartu, dua kartu kuning. Sebelum itu kejadian, ada mereka melakukan pelanggaran tapi tidak dikasih kartu merah. Kenapa pemain kami begitu sekali aja dia langsung kasih kartu merah? Sebelumnya sudah dapat kartu kuning. Jadi, ini sangat luar biasa," ujarnya. 

Selain itu Ansyari juga menyinggung soal pengambilan keputusan wasit yang tidak mutlak di momen gol Sleman dianulir. Meskipun telah ada VAR, Ansyari tidak menerima jawaban yang jelas atas dianulirnya gol kedua, apakah karena handball atau karena pelanggaran  

​"Kami tanya masalah gol kedua kita yang dilihat VAR, apa keputusan wasit? Decision-nya apa?," ujarnya. 

​"Saya tidak sampai pernah semarah ini. Saya juga di sepak bola bukan sebentar. Saya tahu. Tapi janganlah dirusak seperti itu terus," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Danantara Kembangkan Kompleks Haji RI di Makkah

Danantara Kembangkan Kompleks Haji RI di Makkah

News
| Kamis, 08 Januari 2026, 04:47 WIB

Advertisement

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Wisata
| Rabu, 07 Januari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement