DIY Kekurangan Guru Pendamping Khusus, Begini Nasib Sekolah Inklusi
Kekurangan 33 Guru Pendamping Khusus di DIY masih terjadi. Sebanyak 51 SMA/SMK mengajukan kebutuhan GPK untuk mendukung sekolah inklusi.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel bersama Yusaku Yamadera saat konferensi pers di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (26/2/2026). Ist/ Dok. PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja menghadapi tantangan berlapis saat melakoni laga tandang melawan PSBS Biak pada lanjutan Super League 2025/2026. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Jumat (27/2/2026) malam.
Laskar Mataram harus mengantisipasi kebangkitan tuan rumah yang kini ditangani pelatih baru, sekaligus mengelola kondisi fisik tim di tengah jadwal pertandingan yang padat.
Pada pertemuan putaran pertama, PSIM dan PSBS berbagi poin usai bermain imbang 2-2. Namun, situasi kini berubah. PSBS resmi menunjuk pelatih asal Rumania, Marian Mihail, menggantikan peran caretaker Kahudi Wahyu Widodo.
Efek Pelatih Baru Jadi Ancaman
Pergantian pelatih datang di saat PSBS tengah berjuang keluar dari papan bawah klasemen. Hingga pekan ke-22, tim asal Papua tersebut masih berada di posisi ke-15, hanya satu tingkat di atas zona degradasi.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menilai kehadiran pelatih baru kerap membawa dampak psikologis yang signifikan bagi tim lawan.
“Biasanya kalau ada pelatih baru, akan muncul energi baru. Para pemain merasa punya kesempatan untuk membuktikan diri,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers, Kamis (26/2/2026).
Ia menambahkan, secara permainan tidak banyak perubahan, namun motivasi PSBS dipastikan meningkat karena setiap laga kini sangat krusial dalam upaya menjauh dari degradasi.
PSIM Dihimpit Jadwal Padat
Di sisi lain, PSIM datang dengan kondisi yang belum sepenuhnya ideal. Tim kebanggaan Kota Jogja itu masih berupaya mengakhiri rentetan lima laga tanpa kemenangan, di tengah jadwal pertandingan yang saling berdekatan.
PSIM baru saja menjalani laga dramatis saat ditahan imbang Bali United dengan skor 3-3 pada Senin (23/2/2026). Setelah menghadapi PSBS, PSIM kembali harus bertandang ke Sumatra Barat untuk menantang Semen Padang pada Rabu (4/3/2026).
“Kami hanya punya satu hari untuk pemulihan. Jadwalnya sangat padat dan setelah pertandingan besok sudah ada laga berat lain yang menanti. Ini periode yang cukup menantang,” kata Van Gastel.
Fokus Tim Tetap Terjaga
Meski waktu persiapan terbatas, PSIM memastikan fokus tim tetap terjaga. Bek PSIM, Yusaku Yamadera, menegaskan kesiapan tim jelang pertandingan.
“Kami memang tidak punya banyak waktu latihan, tetapi sudah melakukan pertemuan tim. Kami tahu apa yang harus diperbaiki dan siap untuk pertandingan besok,” ujar Yusaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekurangan 33 Guru Pendamping Khusus di DIY masih terjadi. Sebanyak 51 SMA/SMK mengajukan kebutuhan GPK untuk mendukung sekolah inklusi.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.
Ekonomi Batang tumbuh 7,74% pada 2025, lampaui nasional. Bupati Faiz raih penghargaan bergengsi.
AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026 Grup D, simak jadwal, prediksi skor, dan susunan pemain terbaru.
Rupiah melemah dan IHSG turun, ekonom UKDW sebut kepercayaan investor menurun dan ancam ekonomi nasional.