Advertisement
Penonton PSIM Jogja Belum Maksimal, Pemasukan Klub Terdampak
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna saat ditemui di sela-sela sesi latihan tim di Stadion Mandala Krida Jogja, beberapa waktu lalu - Harian Jogja/Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja mengakui kehadiran penonton laga kandang belum optimal. Kondisi ini berdampak langsung pada pemasukan klub di tengah kebutuhan anggaran besar Super League 2025/2026.
Dalam beberapa laga kandang terakhir yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, tiket PSIM kerap tidak terjual habis (sold out). Dari kuota yang tersedia sekitar 9.000 penonton, jumlah kehadiran suporter terpantau masih berkisar antara 4.000 hingga 6.000 orang.
Advertisement
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menyebutkan bahwa situasi ini berdampak pada upaya klub menggenjot pendapatan. Apalagi setelah promosi ke kasta teratas sepak bola Indonesia, PSIM membutuhkan anggaran operasional yang jauh lebih besar.
“Kalau ditanya berpengaruh, jujur saja pasti. Kita di Liga 2 sudah 18 tahun, budget kita di Liga 1 (Super League) ini bertambah, ada yang bilang sampai lima kali lipat. Jadi dengan liga yang lebih kompetitif, kita juga ingin bersaing, kita ingin generate revenue lebih banyak,” ujar Razzi saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Jogja, belum lama ini.
BACA JUGA
Kendala Lokasi dan Jadwal Pertandingan
Razzi memahami sejumlah kendala yang dihadapi suporter, mulai dari lokasi stadion yang berada di luar Kota Jogja hingga jadwal pertandingan yang kerap digelar pada sore hari. Meski demikian, ia tetap berharap dukungan langsung di stadion bisa terus meningkat secara bertahap.
“Saya memahami situasi di SSA dan main sore, tapi saya tetap berharap teman-teman suporter kalau memang ada waktunya bisa datang membantu PSIM,” tandasnya.
Di sisi lain, Razzi optimistis gairah penonton akan kembali meningkat, terutama melihat adanya gerakan kreatif suporter yang menempati Gate 9-10 SSA. Menurutnya, atmosfer yang diciptakan suporter di area tersebut sangat dirasakan oleh pemain dan pelatih. Nyanyian lantang mereka dinilai mampu memberikan dorongan mental bagi tim di lapangan.
“Saya melihat gerakan Gate 9 dan 10 itu sangat menarik. Kemarin ngobrol sama pelatih dan pemain seperti Franco, mereka merasa atmosfernya seru. Kreativitas suporter sangat kami apresiasi dan harapannya stadion bisa penuh,” lanjutnya.
Menanti Animo Suporter di Laga Big Match
Senada dengan Razzi, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, Wendy Umar, mengapresiasi loyalitas pendukung Laskar Mataram yang tetap hadir. Ia menilai penurunan jumlah penonton dibanding musim lalu merupakan hal yang cukup wajar karena dipengaruhi beberapa faktor teknis.
“Namun, ini sudah sangat-sangat luar biasa mengingat harga tiket juga berbeda dari Liga 2, dan pertandingan dilaksanakan di sore hari serta di hari kerja,” jelas Wendy.
Pihak manajemen berharap animo penonton melonjak pada laga-laga krusial mendatang. Terlebih, dua laga kandang selanjutnya merupakan partai besar (big match), yakni menjamu Persebaya Surabaya pada Minggu (25/1/2026) dan duel sarat gengsi bertajuk Derbi Mataram melawan Persis Solo pada Jumat (6/2/2026).
“Harapan kami nantinya di dua pertandingan ke depan, baik dengan Persebaya maupun dengan Persis Solo, semuanya big match. Harapan kami dukungan kepada tim kebanggaan kita PSIM Jogja bisa memenuhi stadion untuk memberikan dukungan penuh selama pertandingan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




