Advertisement

Persija Kutuk Rasisme terhadap Allano Lima Usai Lawan Persib

Jumali
Senin, 12 Januari 2026 - 23:07 WIB
Jumali
Persija Kutuk Rasisme terhadap Allano Lima Usai Lawan Persib Pemain Persija Jakarta Allano Lima - Instagram: Persija

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen Persija Jakarta mengutuk keras aksi rasisme yang menimpa Allano Lima di media sosial usai laga kontra Persib Bandung dan menegaskan sikap nol toleransi terhadap ujaran kebencian.

Insiden memalukan ini terjadi di kolom komentar akun Instagram pribadi sang pemain usai laga panas melawan Persib Bandung, Minggu (11/1/2026).

Advertisement

Klub berjuluk Macan Kemayoran ini menegaskan bahwa perilaku rasis tidak memiliki tempat dalam sepak bola Indonesia, yang selama ini menjunjung tinggi keberaga

Manajer Persija, Marsekal Muda TNI (Purn) Ardhi Tjahjoko, menyampaikan kekecewaan mendalam atas berulangnya insiden rasisme di dunia digital. Ia memastikan klub memberikan dukungan moral dan psikologis penuh kepada Allano.

“Rasisme bukan sekadar candaan, bukan pula untuk dijadikan ekspresi emosi sesaat. Rasisme adalah kekerasan verbal yang melukai martabat seseorang,” tegas Ardhi dalam pernyataan resminya.

Respons Berkelas Allano Lima

Meski diserang secara verbal, Allano Lima memberikan respons yang tegas dan penuh kebanggaan melalui media sosialnya. Pemain asal Brasil ini memilih untuk tidak terpuruk dan tetap fokus pada kariernya.

“Saya bangga dengan siapa diri saya. Pohon yang berbuah lebat adalah pohon yang paling sering dilempari batu. Kini saatnya kembali bekerja dan melanjutkan perjalanan kami,” ujar Allano.

Desakan kepada PSSI dan Operator Liga

Persija Jakarta mendesak PSSI dan operator liga untuk mengambil langkah nyata dan konsisten dalam memberantas rasisme, baik di stadion maupun di ruang siber. Pihak klub menekankan beberapa poin krusial:

  • Penindakan Tegas: Menuntut sanksi nyata bagi pelaku ujaran kebencian di media sosial.
  • Integritas Olahraga: Rasisme dan ancaman fisik merusak citra sepak bola nasional di mata dunia.
  • Atmosfer Respect: Sepak bola seharusnya menjadi arena persaingan sportif yang dilandasi rasa saling menghormati.

Selain rasisme, manajemen Persija juga mengecam segala bentuk ujaran kebencian dan ancaman yang ditujukan kepada elemen tim, menekankan bahwa tindakan tersebut mencederai nilai-nilai kemanusiaan yang lebih tinggi dari sekadar hasil pertandingan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hadapi Rusia, Inggris Siapkan Rudal Nightfall untuk Ukraina

Hadapi Rusia, Inggris Siapkan Rudal Nightfall untuk Ukraina

News
| Senin, 12 Januari 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement