Advertisement
PSIM Jogja Siapkan Musim Depan Lebih Dini, Van Gastel Mungkin Bertahan
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja - Ariq Fajar
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja mulai menatap kompetisi musim depan meski Super League 2025/2026 baru memasuki paruh musim. Langkah awal ini menjadi sinyal keseriusan Laskar Mataram membangun tim yang lebih siap, termasuk membuka peluang besar melanjutkan kerja sama dengan pelatih kepala Jean-Paul Van Gastel.
Perencanaan lebih dini ini dilakukan sebagai bahan evaluasi atas kondisi awal musim, ketika PSIM harus bergerak cepat setelah memastikan promosi dari Liga 2. Situasi tersebut membuat proses pembentukan tim, termasuk perekrutan pelatih dan pemain, berlangsung dalam waktu yang terbatas.
Advertisement
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, mengatakan pengalaman musim ini menjadi pelajaran penting bagi manajemen agar persiapan ke depan tidak lagi dilakukan secara terburu-buru.
“Kemarin itu serba mepet. Kita promosi dari Liga 2 juga nggak gampang, prosesnya panjang, jadi banyak hal yang last minute, termasuk kedatangan pelatih,” ujar Razzi, Senin (19/1/2026).
BACA JUGA
Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi alasan utama manajemen mulai menjalankan perencanaan lebih awal untuk musim kedua PSIM di kasta tertinggi.
“Itu yang mau kita perbaiki di musim kedua ini. Sekarang kita pengen jauh lebih siap dan lebih prepare karena planning musim depan sudah mulai kita jalankan,” tandasnya.
Razzi menjelaskan, kerangka tim PSIM sejatinya sudah cukup stabil karena mayoritas pemain telah bersama klub sejak musim lalu. Baik pemain lokal maupun asing masih menjadi fondasi utama yang menopang performa tim sepanjang musim ini.
“Sebetulnya kita nggak banyak berubah, tapi pasti akan ada adjustment di beberapa posisi. Itu pun belum final karena kita masih fokus dengan tim yang sekarang. Ada pemain yang sedang membuktikan layak dipertahankan,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan manajemen akan melibatkan pelatih kepala secara lebih intens dalam proses pemilihan pemain, termasuk membahas kemungkinan pengganti Rafael Rodrigues untuk musim mendatang. Keterlibatan ini sekaligus menjadi indikasi kuat bahwa PSIM membuka peluang besar mempertahankan Van Gastel.
“Harapannya dengan persiapan yang lebih awal dan matang, hasilnya juga lebih baik. Target musim ini kan bertahan dengan nyaman. Tahun depan pasti targetnya harus lebih tinggi, walaupun belum mau saya sebut sekarang,” ucap Razzi.
Terkait kerja sama dengan Van Gastel, Razzi menilai komunikasi yang terbuka menjadi salah satu kekuatan utama hubungan profesional mereka. Ia menggambarkan pelatih asal Belanda itu sebagai sosok yang jujur, tegas, namun tetap cair dalam membangun suasana tim.
“Kalau ada yang dia nggak suka dari saya, dia sampaikan langsung dan minta diperbaiki. Nggak pakai drama. Ke pemain juga fair, bisa jadi figur bapak, tapi juga bisa bercanda. Hal-hal kecil pun dia perhatikan,” katanya.
Menurut Razzi, pengalaman Van Gastel sebagai asisten pelatih di Eropa membuatnya terbiasa menjalankan peran ganda saat menjadi pelatih kepala, mulai dari kepemimpinan hingga detail teknis di lapangan. Pengalaman melatih di Asia juga dinilai membantunya memahami karakter sepak bola Indonesia.
Dengan fondasi komunikasi yang kuat dan perencanaan lebih matang sejak dini, manajemen PSIM berharap Laskar Mataram mampu tampil lebih kompetitif dan konsisten pada musim-musim berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Ribuan Umat Hindu Padati Prambanan Shiva Festival 2026
- DPRD DIY Nilai Legalitas KDMP Kunci Sukses Program MBG
- Tradisi Sumber Rejo di Clapar Kulonprogo Terjaga Sejak Ratusan Tahun
- Arus Balik Long Weekend, 30 Ribu Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- SIM Keliling Polda DIY Beroperasi Senin 19 Januari 2026, Ini Lokasinya
Advertisement
Advertisement




