Advertisement
Kapten PSIM Reva Adi Jadikan Tekanan Suporter sebagai Alarm
Kapten PSIM Jogja Reva Adi Utama saat ditemui seusai sesi latihan tim di Stadion Mandala Krida, Jogja, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Tekanan dari suporter terhadap PSIM Jogja di tengah ketatnya persaingan Super League dinilai menjadi alarm penting agar tim tetap waspada, dengan kapten tim Reva Adi Utama menegaskan respons positif sebagai kunci menjaga fokus dan konsistensi permainan.
Bek kanan berusia 29 tahun itu menilai, suara keras dari tribun maupun ruang digital mencerminkan kepedulian pendukung agar Laskar Mataram tidak lengah, terutama ketika tim-tim pesaing terus bekerja keras memburu kemenangan.
Advertisement
“Kalau saya pribadi itu sangat penting buat tim karena kalau tidak ada pressure seperti itu jadi anak kita mungkin lengah. Jadi pemain harus menyikapinya dengan positif karena itu bentuk sayangnya suporter kepada tim ini agar tim ini tidak kendor, tidak lengah, tetap waspada,” kata Reva seusai sesi latihan di Stadion Mandala Krida Jogja, beberapa waktu lalu.
Mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut menambahkan, sikap terlalu rileks justru berbahaya dalam iklim kompetisi Super League yang ketat. Menurutnya, setiap laga menuntut kesiapan maksimal hingga musim benar-benar berakhir.
BACA JUGA
“Bagi saya rileks itu sangat berbahaya buat tim karena tim yang lain juga bekerja keras untuk bisa mengalahkan kita. Jadi kita harus betul-betul mempersiapkan diri untuk pertandingan ini dan seterusnya sampai liga ini selesai,” ujarnya.
Terkait komentar suporter di media sosial, Reva mengaku tidak menjadikannya sebagai fokus utama. Ia memilih menjaga ritme latihan dan memusatkan perhatian pada persiapan laga berikutnya ketimbang larut dalam dinamika warganet.
“Saya sih tidak terlalu (memperhatikan). Saya yang penting fokus latihan, selesai pertandingan, selesai. Saya persiapkan diri lagi untuk pertandingan selanjutnya,” ucapnya.
Ia memandang kritik sebagai bagian wajar dari dunia sepak bola, selama tidak menyentuh ranah personal. Bagi Reva, pemain harus mampu memilah masukan dan menyikapinya dengan kepala dingin agar mental tetap terjaga.
“Menurut saya itu normal-normal saja selagi tidak ada menghina keluarga, selagi itu kritikan yang bisa membangun, itu lumrah saja di sepak bola. Pemain harus bisa menyikapinya dengan positif, jangan diambil dengan hati karena itu malah bisa merusak mental pemain itu sendiri,” katanya.
Secara personal, Reva menargetkan kontribusi maksimal untuk PSIM Jogja. Ia berharap atmosfer tim yang tengah berada dalam suasana positif dan motivasi tinggi dapat berujung pada capaian terbaik sepanjang musim.
“Yang jelas kalau saya pribadi ingin memberikan kontribusi sebanyak mungkin, memberikan yang terbaik, memberikan prestasi yang setinggi-tingginya buat PSIM. Saat ini suasana lagi bagus, anak-anak lagi motivasi tinggi,” katanya.
Pada Super League musim 2025/2026, Reva menjadi andalan pelatih Jean-Paul Van Gastel di lini pertahanan. Hingga paruh musim, ia hanya absen dua kali membela PSIM Jogja, itu pun akibat akumulasi kartu, seiring perannya menjaga stabilitas tim di tengah tekanan suporter yang terus mengiringi langkah Laskar Mataram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- DKPP Bantul Perketat Pengendalian Hama Tikus demi Jaga Produksi Padi
- Produksi Ikan 55.000 Ton, 27 Pasar Serap 40 Persen Produksi di 2024
- Pemkab Gunungkidul Sediakan 26 Ton Kebutuhan Pokok di Operasi Pasar
- Gunungkidul Produksi Ikan 15.000 Per Ton Tahun, Konsumsi Masih Kalah
- Dorong Wisata Budaya Partisipatif, Wisatawan Diajak Terlibat
Advertisement
Advertisement




