Advertisement

PSS Sleman Tancap Gas ke Liga 1 Meski Disanksi Tanpa Penonton

Catur Dwi Janati
Jum'at, 06 Februari 2026 - 16:47 WIB
Maya Herawati
PSS Sleman Tancap Gas ke Liga 1 Meski Disanksi Tanpa Penonton Pemain PSS saat berlatih di Lapangan Pakembinangun, Kamis (5/2/2026)./Harian Jogja - Harian Jogja - Catur Dwi Janati 

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman tetap membidik promosi ke Liga 1 meski dibayangi sanksi empat laga kandang tanpa penonton pada putaran ketiga. Di tengah situasi tersebut, skuad Super Elja memilih menjaga fokus persiapan untuk menghadapi sembilan pertandingan krusial yang akan menentukan nasib di klasemen akhir.

Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai jadwal putaran ketiga relatif menguntungkan. Saat ini PSS berada di posisi ketiga klasemen seusai putaran kedua dan hanya terpaut satu poin dari Persipura dan Barito Putera yang menempati dua posisi teratas.

Advertisement

Dua laga terdekat akan menjadi ujian awal. Super Elja dijadwalkan menjamu Deltras FC dan Persipura di Stadion Maguwoharjo. Huistra menyebut pertandingan tersebut sangat menentukan posisi akhir PSS Sleman dalam perburuan promosi Liga 1.

"Saya rasa posisi kami cukup bagus. Jika melihat jadwal PSS saat ini cukup baik, karena ada laga kandang dan tandang. Memang ada beberapa laga tanpa penonton, itu cerita lain, tapi posisi kami tetap bagus. Laga-laga penting akan segera dimulai, seperti melawan Deltras dan Persipura di kandang. Dua laga besar ini akan sangat menentukan posisi akhir kami nanti," tegas Huistra, Kamis (5/2/2025) di Lapangan Pakembinangun.

Dengan sembilan laga tersisa, target yang dipasang jelas. Huistra menyatakan posisi puncak klasemen menjadi incaran utama karena secara otomatis mengamankan satu tiket promosi ke Liga 1.

"Tentu saja target kami adalah nomor satu. Masih ada sembilan pertandingan lagi untuk menjadi nomor satu dan itulah tantangan sekaligus tujuan kami," tuturnya.

Terkait dengan sanksi empat laga kandang tanpa penonton, Huistra belum banyak berkomentar. Namun, ia membuka peluang untuk memperjuangkan keputusan tersebut melalui mekanisme yang tersedia.

"Saya tidak bisa bicara banyak soal itu karena kami tidak setuju dan mencoba untuk memperjuangkannya. Kadang kita harus melawan balik karena menurut saya sanksi empat laga itu terlalu berlebihan," tuturnya.

Menurutnya, bermain di kandang tanpa dukungan suporter tentu bukan situasi ideal. Meski demikian, ia memastikan mental pemain tetap terjaga dan fokus menghadapi putaran ketiga.

"Tentu pemain lebih suka bermain di laga kandang, khususnya saat suporter mendukung mereka [pemain], mereka menyukai itu," ujarnya.

"Tapi para pemain tetap fokus, saya dapat melihatnya. Tim pelatih, para pemain, mereka fokus putaran ketiga ini dan kami punya feeling bagus untuk itu," katanya.

Ambisi promosi Liga 1 pun tetap menjadi pegangan utama PSS Sleman dalam setiap laga putaran ketiga, termasuk saat menghadapi Deltras FC dan Persipura di Stadion Maguwoharjo yang berpotensi menjadi titik krusial dalam persaingan papan atas klasemen

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

21 Guru Besar Laporkan Adies ke Majelis Kehormatan MK

21 Guru Besar Laporkan Adies ke Majelis Kehormatan MK

News
| Jum'at, 06 Februari 2026, 17:07 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement