Kemarau Datang, Petani Dlingo Kembali Dikepung Monyet Ekor Panjang
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Logo Persiba Bantul / twitter-@Persiba
Harianjogja.com, BANTUL— Persiba Bantul bersiap tampil habis-habisan dalam laga perebutan posisi ketiga Liga Nusantara 2026 menghadapi PSGC Ciamis yang akan digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (7/2) sore. Pertandingan ini menjadi momentum krusial bagi Laskar Sultan Agung untuk mengamankan tiket promosi ke Liga 2 musim depan.
Manajer Persiba Bantul Endro Bawono menegaskan seluruh pemain diminta segera melupakan kekalahan di babak semifinal dan mengalihkan fokus penuh pada laga penentuan tersebut.
Ia berharap skuad Persiba bisa tampil lebih rileks namun tetap disiplin dalam menjalani persiapan, baik dari sisi taktikal maupun mental.
“Sekarang yang terpenting adalah bangkit. Lupakan semifinal, tatap perebutan juara tiga dengan sungguh-sungguh. Anak-anak harus bekerja lebih keras lagi dan cepat pulih dari kekalahan,” ujarnya, Jumat (6/2).
Endro menegaskan target tim sangat jelas, yakni meraih kemenangan demi mengunci satu slot promosi ke Liga 2. Ia optimistis dengan persiapan yang matang, Persiba mampu menunjukkan performa terbaik di laga krusial tersebut.
Tak hanya mengandalkan kesiapan teknis, Endro juga mengajak seluruh masyarakat Bantul dan pendukung Persiba untuk memberikan dukungan doa.
Menurutnya, kekuatan mental dan dukungan moral menjadi faktor penting dalam menghadapi pertandingan penentuan.
“Kami mohon doa dari seluruh warga Bantul, Persiba fans, dan siapa pun yang mencintai Persiba. Ikhtiar akan kami lakukan maksimal, semoga Persiba bisa melewati laga ini dengan hasil terbaik,” katanya.
Menghadapi PSGC Ciamis, Endro mengakui lawan yang dihadapi memiliki reputasi kuat di kancah sepak bola nasional. PSGC dikenal sebagai tim berpengalaman yang beberapa kali berlaga di Liga 2.
Pada Liga Nusantara 2026, PSGC berhasil melaju ke semifinal sebagai juara Grup B dengan catatan produktivitas gol yang cukup tinggi.
Meski demikian, tim pelatih Persiba telah melakukan analisis mendalam terhadap permainan PSGC dari sejumlah pertandingan sebelumnya.
“Secara kualitas mereka tim bagus dan tajam dalam mencetak gol. Tapi dari beberapa laga yang kami pelajari, ada juga kelemahan yang bisa dimanfaatkan,” jelas Endro.
Hasil analisis tersebut kini menjadi dasar bagi tim pelatih dalam merancang strategi yang paling tepat untuk menghadapi PSGC.
Dengan kombinasi persiapan matang, strategi yang sesuai, serta dukungan penuh dari masyarakat Bantul, Persiba Bantul berharap mampu tampil solid dan mengamankan kemenangan di laga perebutan juara tiga Liga Nusantara 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.