Arsenal Tinggal Selangkah Lagi Akhiri Kutukan 22 Tahun
Arsenal makin dekat juara Liga Inggris usai menang atas Burnley. Kini Manchester City wajib menang agar persaingan gelar tetap hidup.
Lionel Messi dalam laga melawan Bolivia, Jumat (10/9/2021). - Harian Jogja/Twitter
Harianjogja.com, JOGJA—Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengeluarkan regulasi baru yang melarang pemain membela tim nasional jika mereka meninggalkan Argentina tanpa terlebih dahulu menandatangani kontrak profesional dengan klub lokal. Kebijakan yang diumumkan Selasa (10/2/2026) itu langsung memicu kontroversi karena berpotensi berdampak pada sejumlah pemain Argentina yang berkarier di Eropa.
Aturan tersebut mewajibkan setiap talenta muda memiliki ikatan kontrak profesional di Argentina sebelum hijrah ke luar negeri. AFA menegaskan regulasi ini berlaku sebagai syarat administratif untuk memenuhi kelayakan dipanggil ke tim nasional, baik di level senior maupun kelompok umur.
Lahirnya kebijakan ini tidak terlepas dari praktik patria potestad, celah hukum yang memungkinkan perpindahan pemain usia muda ke luar negeri hanya dengan persetujuan orang tua tanpa keterlibatan klub. Kondisi tersebut selama ini membuat klub-klub Argentina hanya memperoleh kompensasi pengembangan yang nilainya jauh di bawah harga pasar pemain ketika bersinar di luar negeri.
AFA menilai praktik tersebut merugikan sistem pembinaan sepak bola nasional. Akademi dan klub lokal kerap kehilangan aset terbaiknya tanpa perlindungan memadai, sementara agen pemain dituding mengambil keuntungan finansial dari perpindahan tersebut. Aturan baru ini dirancang untuk memperkuat posisi klub serta menutup ruang eksploitasi talenta usia muda.
Kontroversi semakin membesar karena regulasi tersebut secara historis dapat menyentuh nama Lionel Messi. Mega bintang Argentina itu diketahui bergabung dengan akademi Barcelona pada usia 13 tahun dari Newell’s Old Boys tanpa pernah menandatangani kontrak profesional di Argentina. Seusai kebijakan ini diumumkan, publik mempertanyakan konsistensi penerapan aturan terhadap pemain yang telah mengantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia.
Pemicu langsung penerbitan regulasi ini adalah kasus Lucas Scarlato. Pemain berusia 16 tahun tersebut meninggalkan River Plate menuju Parma tanpa kontrak profesional. Agen pemain, Martin Ariel Guastadisegno, disebut-sebut berperan besar dalam kepindahan itu demi keuntungan pribadi, sementara klub asal kehilangan hak ekonomi yang signifikan.
Berdasarkan laporan TyC Sports, selain Messi, sedikitnya tujuh pemain yang kerap masuk radar tim nasional Argentina terancam terdampak aturan ini. Nama Emiliano Martinez, Valentin Carboni, hingga Enzo Barrenechea disebut tidak memiliki riwayat kontrak profesional di kompetisi domestik sebelum berkarier di luar negeri.
Dengan kebijakan tersebut, AFA menunjukkan sikap tegas dalam memprioritaskan perlindungan klub lokal dan ekosistem pembinaan pemain. Regulasi ini menandai perubahan besar arah tata kelola sepak bola Argentina, meski di sisi lain berpotensi memicu perdebatan panjang terkait prestasi tim nasional di level internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arsenal makin dekat juara Liga Inggris usai menang atas Burnley. Kini Manchester City wajib menang agar persaingan gelar tetap hidup.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.