Advertisement
PSIM Jogja Rombak Posisi Bek Setelah Kedatangan Jop van der Avert
Logo PSIM Jogja / ist Twitter PSIM Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kedatangan Jop van der Avert langsung mengubah komposisi lini belakang PSIM Jogja menjelang duel kontra Persik Kediri (13/2/2026), dengan pelatih Jean-Paul Van Gastel menyiapkan skema baru di jantung pertahanan sebagai respons kebutuhan taktik tim.
Dalam rancangan tersebut, Jop diproyeksikan mengisi posisi bek tengah dan berduet dengan Franco Ramos, sedangkan Yusaku Yamadera digeser ke sektor bek kiri untuk menjaga keseimbangan permainan dari sisi lapangan.
Advertisement
Van Gastel menjelaskan perubahan itu dilakukan seiring rencana penempatan Jop sebagai poros utama di lini belakang. Ia menegaskan, Jop direkrut sebagai bek tengah meski memiliki kemampuan bermain fleksibel di sisi kiri pertahanan.
Pelatih asal Belanda tersebut juga membuka peluang Jop menjalani debut bersama PSIM Jogja saat menghadapi Persik Kediri, Jumat (13/2/2026). Menurutnya, kondisi fisik Jop berada dalam level ideal seusai menjalani program latihan intensif di Belanda.
BACA JUGA
“Mungkin. Saya harus katakan kondisi fisiknya cukup bagus. Saya melihat program yang dia jalani di Belanda; dia berlatih enam kali seminggu. Itu sangat profesional, itulah sebabnya dia dalam kondisi yang baik,” ujar Van Gastel, Rabu (11/2/2026).
Sementara itu, Van Gastel menilai performa Yusaku di posisi bek kiri menunjukkan perkembangan positif, meski sebelumnya sang pemain sempat tidak tampil penuh. Yusaku beberapa kali dipercaya mengisi sektor tersebut, termasuk pada laga terakhir melawan Persis Solo.
“Pada pertandingan sebelum yang terakhir, dia masuk sebagai pemain pengganti, tapi dia memberikan energi dan dinamika yang baik bagi tim. Itulah mengapa dia bermain di pertandingan terakhir,” katanya.
“Kami mengambil risiko memainkannya 90 menit di laga terakhir, tapi dia berhasil menjalaninya,” lanjutnya.
Dari sisi pemain, Yusaku mengaku siap beradaptasi dengan peran barunya di bek kiri, meski membutuhkan penyesuaian, terutama dari aspek fisik dan pola pergerakan. Ia menyebut perbedaan paling terasa antara posisi bek tengah dan bek kiri terletak pada intensitas sprint yang lebih tinggi di area sayap.
“Saya harus melakukan sprint lebih banyak daripada saat saya menjadi bek tengah. Cukup butuh adaptasi untuk sprint tersebut,” kata Yusaku.
Selain tuntutan fisik, Yusaku juga menyoroti aspek membaca ruang ketika menerima bola dan membangun serangan dari lini belakang sebagai tantangan tersendiri dalam skema baru PSIM Jogja tersebut.
“Saya selalu harus memikirkan di mana saya harus menerima bola. Harus membangun serangan dari lini belakang. Ya, itu poin utamanya,” ucapnya.
Meski demikian, Yusaku menegaskan dirinya cukup fleksibel dalam berbagai skema pertahanan. Ia bahkan menyebut posisi favoritnya berada dalam formasi tiga bek, tepatnya sebagai bek tengah sisi kiri, yang dinilainya paling ideal dengan karakter bermainnya saat ini di PSIM Jogja.
“Sebenarnya, posisi terbaik saya adalah dalam formasi tiga bek tengah dan kemudian di sisi kiri. Itu posisi terbaik saya. Jadi sekarang seperti di antara keduanya. Saya bisa bermain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








