Advertisement

Francesco Bagnaia: MotoGP Bukan Festival Hiburan

Jumali
Minggu, 08 Maret 2026 - 19:37 WIB
Jumali
Francesco Bagnaia: MotoGP Bukan Festival Hiburan Francesco Bagnaia - Ducati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Juara dunia dua kali MotoGP, Francesco Bagnaia, menyampaikan peringatan kepada pemilik baru MotoGP, Liberty Media. Pebalap tim Ducati Lenovo Team yang akrab disapa Pecco itu meminta agar identitas utama MotoGP sebagai olahraga balap tidak berubah menjadi sekadar ajang hiburan.

Menurut Bagnaia, pendekatan yang sukses diterapkan Liberty Media di Formula 1 tidak sepenuhnya cocok diterapkan pada MotoGP. Ia menilai karakter dasar balapan roda dua memiliki daya tarik berbeda yang harus tetap dijaga.

Advertisement

DNA Balapan yang Memacu Adrenalin

Bagnaia mengakui Liberty Media berhasil meningkatkan popularitas Formula 1 sejak mengambil alih pengelolaan komersial pada 2017. Namun, ia berharap pendekatan yang sama tidak mengubah karakter asli MotoGP.

"Mereka berhasil merevolusi Formula 1, dan saya harap mereka juga akan melakukan pekerjaan yang hebat di sini," ujar Bagnaia seperti dikutip dari Speedweek, Minggu (8/3/2026).

Meski demikian, pebalap asal Italia tersebut menilai MotoGP memiliki identitas unik yang tidak boleh diubah.

"MotoGP lebih otentik, beroperasi pada level tertinggi, dan merupakan olahraga yang memacu adrenalin. Olahraga ini dapat diakses oleh semua orang — dan menurut saya, itulah DNA yang seharusnya tidak diubah," tegasnya.

Perbandingan F1 dan MotoGP

Dalam pandangan Bagnaia, arah perkembangan Formula 1 saat ini cenderung menonjolkan kemeriahan di luar lintasan. Berbagai acara hiburan dan festival menjadi bagian besar dari akhir pekan balapan.

Ia menilai situasi tersebut berbeda dengan MotoGP yang tetap menempatkan aksi di lintasan sebagai daya tarik utama.

"Sedangkan kami, di sisi lain, ini terutama tentang balapan. Tetapi balapan kami lebih baik dan lebih spektakuler," kata Pecco.

Perubahan Lokasi MotoGP Australia

Perdebatan soal arah komersialisasi MotoGP juga mencuat setelah muncul kabar mengenai perubahan lokasi balapan di Australia. Mulai musim 2027, seri MotoGP Australia tidak lagi digelar di sirkuit legendaris Phillip Island Circuit.

Balapan tersebut direncanakan pindah ke kawasan kota Adelaide. Langkah ini dinilai sebagian pihak sebagai upaya mendekatkan balapan ke pusat kota demi meningkatkan daya tarik komersial.

Namun, perubahan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi menghilangkan karakter khas lintasan tradisional yang selama ini menjadi favorit para pebalap dan penggemar.

Pernyataan Bagnaia pun kini menjadi sorotan di kalangan komunitas balap dunia. Banyak pihak menilai Liberty Media menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan nilai komersial MotoGP tanpa menghilangkan esensi balapan yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Mojtaba Khamenei Langsung Perintahkan Serangan Rudal ke Israel

Mojtaba Khamenei Langsung Perintahkan Serangan Rudal ke Israel

News
| Senin, 09 Maret 2026, 11:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement