FIFA Dikritik Gara-Gara Offside Misterius pada Laga Swiss Kontra Qatar
Kontroversi penalti Swiss vs Qatar di Piala Dunia 2026 memicu kritik Gary Neville terhadap FIFA yang dinilai tidak transparan soal offside.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA— Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat mengkritik kebijakan harga tiket Piala Dunia FIFA 2026 yang dinilai terlalu mahal dan berpotensi menyulitkan suporter biasa. Kritik tersebut disampaikan melalui surat protes kepada FIFA, tiga bulan menjelang dimulainya turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Para anggota parlemen menyoroti penerapan skema harga dinamis yang digunakan oleh FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino. Dalam sistem tersebut, harga tiket dapat berubah secara drastis bergantung pada tingkat permintaan pasar.
Menurut mereka, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai aksesibilitas penonton yang ingin menyaksikan langsung pertandingan. Lonjakan minat publik terhadap Piala Dunia dinilai tidak seharusnya dimanfaatkan sebagai alasan untuk menaikkan harga tiket secara berlebihan.
"Tingginya permintaan tiket Piala Dunia 2026 seharusnya tidak menjadi lampu hijau untuk praktik penentuan harga yang tidak wajar," demikian bunyi petikan surat tersebut sebagaimana dikutip dari laporan Radio New Zealand (RNZ).
Polemik Tiket Kategori Murah
Sebelumnya, FIFA memperkenalkan kategori tiket murah bernama Supporter Entry Tier pada Desember 2025. Skema ini disebut sebagai upaya menyediakan tiket dengan harga lebih terjangkau bagi penonton.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
"Tiket yang baru diperkenalkan akan tersedia dengan harga tetap 60 dolar AS per lembar untuk setiap laga dari 104 pertandingan, termasuk final," tulis pernyataan resmi tersebut.
Namun dalam praktiknya, tiket murah tersebut hanya dialokasikan bagi suporter dari negara-negara yang berhasil lolos kualifikasi.
Distribusi tiket dilakukan melalui federasi sepak bola masing-masing negara peserta bagi pendukung yang melakukan perjalanan ke negara tuan rumah. Kondisi ini membuat penonton netral tidak dapat mengakses tiket murah tersebut dan harus membeli tiket dengan harga normal yang jauh lebih tinggi.
Daftar Harga Tiket Berdasarkan Fase
Berdasarkan laporan Sports Illustrated, harga tiket standar Piala Dunia 2026 dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan fase pertandingan dan posisi tempat duduk di stadion.
Berikut perkiraan kisaran harga tiket:
Dengan polemik yang berkembang, FIFA kini berada di bawah sorotan publik dan tekanan politik agar lebih transparan dalam menetapkan harga tiket. Para anggota parlemen menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang agar pertandingan sepak bola terbesar di dunia itu tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan penggemar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kontroversi penalti Swiss vs Qatar di Piala Dunia 2026 memicu kritik Gary Neville terhadap FIFA yang dinilai tidak transparan soal offside.
Draf kesepakatan Iran-AS bocor. Selat Hormuz dibuka, sanksi ditangguhkan, aset Iran Rp427 triliun siap dicairkan.
Kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong Pemda DIY memperketat penggunaan kendaraan dinas, memperbanyak rapat daring, dan efisiensi operasional.
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pelaku yang merugikan negara akan terus dikejar hingga aset berhasil dipulihkan untuk negara.
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka. Bahas kerja sama ekonomi dan tenaga kerja terampil.
Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas BBM tetap terjaga melalui pengelolaan zat pengotor di kilang untuk menghasilkan BBM standar Euro 4.