Advertisement
Marquez Belum 100 Persen, Dovizioso Buka Fakta Pahit
Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8 - 2025). (MotoGP)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi fisik Marc Marquez ternyata belum sepenuhnya pulih, meski masih mampu bersaing di level tertinggi MotoGP.
Fakta ini diungkap mantan rivalnya, Andrea Dovizioso, yang menilai situasi Marquez jauh lebih serius dari yang terlihat publik.
Advertisement
Dovizioso menegaskan bahwa Marquez bukan tipe pembalap yang mencari alasan di balik performanya, namun justru itulah yang membuat kondisi aslinya sering tidak terlihat jelas.
“Marc bukanlah pembalap yang suka mengeluh dan dia tidak pernah mencari-cari alasan. Namun, menurut saya, situasinya jauh lebih serius daripada yang terlihat,” ujarnya dikutip dari Motorsport.com, Jumat (3/4/2026).
BACA JUGA
Gelar Juara Tutupi Fakta Medis
Menurut Dovizioso, keberhasilan Marquez meraih gelar juara dunia sebelumnya justru menutupi persoalan fisik yang belum sepenuhnya tuntas. Ia menilai Marquez masih jauh dari kondisi ideal, meski tetap mampu tampil kompetitif di barisan depan.
Kondisi tersebut terlihat jelas saat seri MotoGP Amerika Serikat di Sirkuit Austin. Marquez gagal naik podium di lintasan yang selama ini dikenal sebagai “kandangnya” atau “King of COTA”.
Seusai balapan, Marquez sendiri mengakui kendala utamanya bukan berasal dari performa motor Ducati, melainkan keterbatasan fisik dalam memberikan tekanan maksimal.
Dovizioso mengaitkan penurunan performa tersebut dengan cedera lengan kanan yang telah lama dialami Marquez.
“Secara fisik, dia masih harus banyak memperbaiki diri. Dan mungkin akibat kecelakaan di Indonesia, keterbatasan pada lengannya semakin parah, yang menurut saya tidak ada solusinya,” tambahnya.
Cedera berkepanjangan itu memaksa Marquez beradaptasi dengan gaya balap baru yang lebih efisien untuk mengurangi beban pada lengannya.
Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi tim Ducati dalam menyesuaikan setelan motor agar tetap kompetitif meski pembalap utamanya tidak berada dalam kondisi fisik terbaik. Upaya tersebut menjadi krusial di tengah persaingan MotoGP yang semakin ketat dan menuntut performa maksimal di setiap seri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kini Iran Dibantu Oman Menjaga Selat Hormuz, Begini Kesepakatannya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








