Advertisement

Jadwal Padat Menanti Timnas U-17 Ujian Konsistensi Dimulai

Newswire
Jum'at, 10 April 2026 - 17:57 WIB
Maya Herawati
Jadwal Padat Menanti Timnas U-17 Ujian Konsistensi Dimulai Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto (tengah), saat memimpin sesi latihan di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan menghadapi Piala AFF U-17 di Sidoarjo dan Gresik pada 1124 April 2026. - ANTARA FOTO/Rizal Hanafi - agr

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Timnas U-17 Indonesia menghadapi ujian berat menjaga performa tetap stabil sepanjang fase grup Piala AFF U-17 2026 di Jawa Timur. Konsistensi dinilai menjadi faktor penentu untuk membuka peluang lolos hingga fase semifinal.

Turnamen ini berlangsung pada 11–24 April 2026 dengan Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Jadwal pertandingan yang berurutan membuat tim harus mampu menjaga ritme permainan sejak laga awal.

Advertisement

Pengamat sepak bola Indonesia Mohamad Kusnaeni atau Bung Kus menilai tantangan terbesar ada pada kemampuan pemain mempertahankan kualitas permainan dari satu laga ke laga berikutnya.

“Kuncinya adalah bagaimana mengatur para pemain supaya bisa konsisten,” ujar Kusnaeni di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, fase grup menjadi fondasi penting. Indonesia akan memulai laga melawan Timor Leste pada Senin (13/4/2026), dilanjutkan menghadapi Malaysia pada Kamis (16/4/2026), dan Vietnam pada Minggu (19/4/2026).

Ia menilai pertandingan awal melawan Timor Leste relatif lebih ringan. Namun, intensitas akan meningkat saat menghadapi Malaysia hingga Vietnam yang memiliki kualitas lebih tinggi.

Karena itu, Kusnaeni menekankan agar grafik permainan tim tidak menurun. Bahkan, ia berharap performa Indonesia justru meningkat dan mencapai puncaknya saat menghadapi Vietnam.

“Sedapat mungkin grafik permainan meningkat. Sebisa mungkin saat melawan Vietnam kita bisa memperlihatkan permainan terbaik. Selain itu, pemain harus dijaga agar tidak ada yang cedera dan mendapatkan kartu merah,” katanya.

Jika konsistensi tersebut terjaga, peluang Indonesia untuk menjadi juara grup atau setidaknya lolos ke semifinal dinilai semakin terbuka. Hal ini sekaligus menjaga kans untuk kembali meraih trofi.

Meski demikian, menjaga performa stabil di tim usia muda bukan perkara mudah. Kusnaeni menyebut faktor mental pemain yang mudah naik turun menjadi tantangan tersendiri.

Beban tersebut kini berada di tangan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto yang dituntut mampu membangun chemistry sekaligus menjaga stabilitas mental tim.

Menurut Kusnaeni, pengalaman Kurniawan melatih tim usia muda menjadi modal penting. Ia pernah menangani tim U-19 di Como, yang diharapkan bisa membantu dalam membentuk karakter dan kekompakan skuad.

“Akan tetapi, berkaca dari pengalaman Kurniawan yang banyak menangani tim usia muda, tidak hanya timnas, dia mempunyai modal. Di Como, misalnya, dia sempat melatih U-19,” ujarnya.

Dalam turnamen ini, 12 tim dibagi ke dalam tiga grup yang masing-masing berisi empat tim. Setiap juara grup otomatis melaju ke semifinal, sementara satu tiket lainnya diberikan kepada runner-up terbaik.

Indonesia sendiri memiliki catatan positif dengan dua gelar juara pada edisi 2018 dan 2022 saat ajang ini masih mempertandingkan kelompok usia U16.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Yusril: Kasus Andrie Yunus Tetap di Peradilan Militer

Yusril: Kasus Andrie Yunus Tetap di Peradilan Militer

News
| Jum'at, 10 April 2026, 21:27 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement