Advertisement
PSIM Tumbang dari PSM, Van Gastel Soroti Bola Mati
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel bersama Deri Corfe saat konferensi pers usai laga vs PSM Makassar di SSA Bantul, Jumat (10/4/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menyebut kekalahan timnya dari PSM Makassar sebagai sebuah “keajaiban”.
Dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Jumat (10/4/2026), Laskar Mataram harus takluk dengan skor 1-2 meski tampil dominan sepanjang pertandingan.
Advertisement
“Sebuah keajaiban bahwa kami kalah dalam pertandingan ini. Saya rasa secara keseluruhan kami adalah tim yang lebih baik. Sepak bola terkadang tidak adil, tetapi di sisi lain kami terus melakukan kesalahan yang sama,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai laga.
Unggul Lebih Dulu
BACA JUGA
PSIM sempat membuka keunggulan pada menit ke-54 melalui gol Deri Corfe yang memanfaatkan kemelut di depan gawang PSM.
Namun, keunggulan tersebut tak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan.
PSM menyamakan kedudukan lewat Luka Cumic pada menit ke-79 melalui bola rebound.
Petaka datang di masa injury time setelah Dusan Lagator mencetak gol kemenangan lewat sundulan.
Masalah Lama Belum Tuntas
Van Gastel menyoroti dua gol yang bersarang ke gawang timnya berasal dari skema bola mati, yang disebutnya sebagai masalah klasik sepanjang musim.
“Dua gol yang bersarang di gawang kami adalah pengulangan dari apa yang terjadi sepanjang musim ini dan tampaknya tidak ada perkembangan dalam masalah tersebut,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut lebih dari separuh gol yang diterima PSIM musim ini berasal dari situasi set piece.
“Kita kalah dua kali berturut-turut dari bola mati. Saya pikir lebih dari 50% gol yang bersarang ke gawang kita berasal dari set pieces. Tidak ada perbaikan sama sekali dalam masalah ini,” katanya.
Tetap Diminta Bangkit
Striker PSIM, Deri Corfe, mengakui timnya tampil lebih baik, tetapi harus menerima hasil yang tidak berpihak.
“Seperti yang dikatakan pelatih, kita adalah tim yang lebih baik. Tapi, hal seperti ini biasa terjadi dalam sepak bola dan kami hanya harus bangkit lagi minggu depan,” ujarnya.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif PSIM setelah sebelumnya juga tumbang dari Dewa United.
Saat ini, PSIM Jogja masih tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan 38 poin dari 27 pertandingan. Sementara itu, PSM Makassar berada di posisi ke-13 dengan 28 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tambang Batu Picu Longsor di Nias Selatan, 1 Korban Jiwa Ditemukan
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







