Advertisement

PSIM Krisis Bek Saat Lawan Bhayangkara FC

Ariq Fajar Hidayat
Selasa, 14 April 2026 - 18:07 WIB
Sunartono
PSIM Krisis Bek Saat Lawan Bhayangkara FC Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - PSIM Jogja menghadapi situasi tak ideal jelang laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, dengan absennya sejumlah pemain kunci di lini belakang dan persoalan cedera yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini memaksa tim pelatih memutar otak sekaligus memperbaiki aspek krusial permainan.

Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel, mengakui persiapan tim kali ini lebih menantang dibanding laga-laga sebelumnya. Meski begitu, ia menilai para pemain tetap menunjukkan komitmen tinggi selama sesi latihan.

Advertisement

“Kondisi mereka bagus. Mereka bekerja keras meskipun kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan mendapat sanksi larangan bermain. Jadi persiapannya sedikit lebih rumit, tapi para pemain yang ada di lapangan bekerja keras dan menunjukkan semangat yang baik,” ujarnya usai sesi latihan di Stadion Mandala Krida, Selasa (14/4/2026).

Absennya dua pilar utama di lini belakang, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, akibat akumulasi kartu kuning menjadi pukulan tersendiri bagi Laskar Mataram. Kehilangan keduanya membuat opsi di sektor pertahanan semakin terbatas.

Selain itu, masalah cedera juga belum sepenuhnya teratasi. Anton Fase masih menjalani pemulihan, sementara kondisi Rahmatsho dan Abiyoso belum sepenuhnya jelas untuk diturunkan dalam pertandingan nanti.

“Rahmatsho dan Abiyoso cedera. Rahmatsho tidak akan bermain, tetapi saya belum tahu untuk Abiyoso. Saya harus berbicara dengan dokter,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, PSIM menaruh perhatian besar pada pembenahan aspek permainan yang dinilai krusial, terutama dalam mengantisipasi bola mati. Evaluasi ini dilakukan setelah tim kerap kehilangan fokus dalam situasi tersebut.

“Kami melakukan penjagaan satu lawan satu. Itu salah satu masalah kami, yaitu kurangnya rasa urgensi, terlalu santai, dan menjaga lawan tanpa rasa tanggung jawab. Jadi saya merindukan kegigihan dalam banyak aspek permainan kami,” tegasnya.

Van Gastel menambahkan, pendekatan tim tidak akan banyak berubah saat menghadapi Bhayangkara. Ia tetap menekankan fokus pada permainan sendiri sebagai kunci untuk meraih hasil maksimal.

“Seperti biasa kami fokus pada permainan kami sendiri. Jadi itulah yang kami lakukan setiap pertandingan,” ucapnya.  

Hingga saat ini, PSIM masih berjuang bertahan di 10 besar klasemen Super League. Tambahan poin dalam laga tandang ini menjadi krusial untuk segera memastikan bertahan di kasta teratas musim depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polemik Tempo, NasDem DIY Bantah Isi Laporan dan Tegaskan Sikap

Polemik Tempo, NasDem DIY Bantah Isi Laporan dan Tegaskan Sikap

News
| Rabu, 15 April 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement