FIFA Panen Kritik, Presiden LaLiga: Infantino Harus Mundur
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Lionel Messi/Instagram:@InterMiamicf
Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan Lionel Messi tidak tampil dalam laga uji coba Argentina berbuntut panjang. Ia bersama Asosiasi Sepak Bola Argentina kini digugat miliaran rupiah oleh promotor di Amerika Serikat.
Fox Sport melaporkan, gugatan tersebut diajukan oleh VID Music Group di pengadilan Florida Selatan. Nilai tuntutan mencapai 7 juta dolar AS atau sekitar Rp120 miliar, terkait absennya Messi dalam laga Argentina melawan Venezuela pada Oktober 2025.
Dalam kontrak yang disepakati sebelumnya, Messi disebut wajib bermain minimal 30 menit di setiap pertandingan, kecuali mengalami cedera atau sakit. Kehadirannya menjadi faktor utama dalam penjualan tiket, sponsor, hingga hak siar.
Namun pada pertandingan yang digelar di Hard Rock Stadium tersebut, Messi sama sekali tidak turun ke lapangan. Ia hanya terlihat berada di tribun bersama keluarga, memicu kekecewaan sekitar 15.000 penonton yang hadir.
Situasi ini semakin memicu polemik karena sehari setelahnya, Messi tampil penuh bersama klubnya, Inter Miami CF, dan bahkan mencetak dua gol dalam kemenangan atas Atlanta United FC.
Fakta tersebut menjadi dasar tuduhan bahwa tidak ada alasan medis yang menghalangi Messi untuk bermain. Promotor menilai ada unsur pelanggaran kontrak hingga dugaan penipuan karena pemain tetap dalam kondisi fit.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, sebelumnya menyebut keputusan tidak memainkan Messi merupakan bagian dari strategi tim. Ia ingin memberikan kesempatan kepada pemain lain di lini depan.
Meski demikian, bagi promotor, keputusan tersebut berdampak besar secara finansial. Kapasitas stadion yang mencapai sekitar 65.000 kursi hanya terisi sebagian kecil, jauh dari ekspektasi yang mengandalkan daya tarik Messi.
Selain kerugian tiket, perusahaan juga mengklaim kehilangan pendapatan dari sponsor dan hak siar. Mereka bahkan menyebut tidak menerima kompensasi sesuai klausul kontrak yang seharusnya diberikan jika Messi tidak bermain.
The New York Post mengungkapkan, gugatan ini juga menyeret agen perantara, Julian Marcos Kapelan. Ia dituduh tidak memiliki lisensi aktif saat proses negosiasi berlangsung serta diduga ikut mendorong penandatanganan kontrak.
Miami Herald menyatakan, hingga kini, pihak Messi, AFA, maupun Kapelan belum memberikan tanggapan resmi atas gugatan tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan besarnya nilai bisnis di balik laga uji coba internasional. Ketidakhadiran pemain bintang tidak hanya berdampak pada penonton, tetapi juga berpotensi memicu sengketa hukum bernilai besar.
Ke depan, perkara ini berpotensi menjadi preseden bagi industri sepak bola global, khususnya terkait kewajiban pemain dalam kontrak komersial. Bagi penggemar, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa di balik pertandingan hiburan, terdapat kepentingan bisnis yang sangat kompleks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab