FIFA Diselidiki DPR AS, Hubungan Infantino dan Trump Jadi Sorotan
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Hasil pertandingan Bhayangkara FC vs PSIM Jogja/ Instagram: PSIMJogja_official
Harianjogja.com, JOGJA—Penampilan inkonsisten PSIM Jogja dalam satu pertandingan menjadi sorotan setelah tim gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Bhayangkara FC. Performa yang kontras antara babak pertama dan kedua dinilai menjadi penyebab utama kekalahan.
Laga di Stadion Sumpah Pemuda, di Bandar Lampung, Jumat (17/4/2026) sore itu memperlihatkan perubahan drastis permainan PSIM. Tim sempat tampil dominan di awal, namun kehilangan kendali setelah turun minum.
PSIM Jogja membuka keunggulan melalui gol Savio Sheva pada menit ke-9. Namun Bhayangkara FC membalikkan keadaan lewat gol Nehar Sadiki pada menit ke-48 dan Moussa Sidibe pada menit ke-55.
Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul Van Gastel, menilai timnya seperti memiliki dua karakter berbeda dalam satu laga.
"Game ini terlihat sangat jelas bahwa kami adalah tim dengan dua wajah. Jadi di babak pertama, kami menciptakan peluang. Di sepertiga akhir lapangan, kami menemukan solusinya. Satu-satunya masalah, yang memang sudah kami tahu, adalah kami butuh banyak sekali peluang untuk bisa mencetak gol. Jadi hal itu jelas terlihat juga di babak pertama," ujarnya.
PSIM sebenarnya memulai pertandingan dengan menjanjikan. Tekanan ke lini pertahanan lawan mampu dibangun, namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi kendala.
Set Piece Kembali Jadi Masalah
Memasuki babak kedua, kelemahan lama kembali muncul. PSIM gagal mengantisipasi situasi bola mati yang dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol penyeimbang.
"Nah, di babak kedua, kalian bisa lihat fase kedua kami adalah kelemahan antisipasi set piece. Eh, jadi itu terjadi lagi. Satu gol dari situasi bola mati. Dan kemudian kalian lihat kami seperti lumpuh. Kami jadi ragu-ragu. Dan lalu mereka mencetak gol kedua karena kami tidak menjaga pelari yang memberikan assist," jelasnya.
Gol kedua Bhayangkara FC terjadi akibat kelengahan dalam menjaga pergerakan lawan. Koordinasi lini belakang yang kurang solid membuat celah terbuka.
Setelah tertinggal, PSIM mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan dan bermain lebih terbuka.
"Ya, dan kemudian setelah kedudukan 2-1, kami mulai bermain lagi. Dan lalu kami all-in, dan eh jelas, karena kalian all-in, lawan juga dapat peluang jadi mereka sebenarnya bisa mencetak gol lebih banyak. Tapi begitulah adanya kalau kalian harus mencetak gol, maka kalian mengambil risiko," tambahnya.
Kekalahan ini dinilai terjadi bukan karena dominasi lawan, melainkan akibat kesalahan sendiri yang berulang di momen penting.
"Jadi pada akhirnya ini lagi-lagi sangat mengecewakan karena menurut saya ini kekalahan yang tidak perlu," pungkas Van Gastel.
Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi PSIM Jogja untuk segera melakukan evaluasi, terutama dalam penyelesaian akhir dan antisipasi bola mati, sebelum menghadapi laga berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Joshua Baker ikut menjadi sorotan setelah Mitchell Baker bersinar bersama Timnas Indonesia. Simak profil, keturunan Indonesia, dan perjalanan karier adik Mitche
Nepal perketat syarat pendakian Everest: wajib pengalaman mendaki gunung di Nepal dan sertifikat medis. Simak usulan aturan baru dalam RUU Pariwisata!
China mulai produksi massal mesin litografi DUV sendiri untuk chip canggih. Ini langkah mandiri di tengah pembatasan ekspor AS dan Eropa.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada Rabu 29 Juli 2026. Emas Antam 1 gram kini dijual Rp2,718 juta, simak daftar harga lengkapnya.
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!