Advertisement

Tendangan Kungfu di EPA, Fadly Alberto Dicoret dari Timnas U-20

Jumali
Senin, 20 April 2026 - 12:37 WIB
Jumali
Tendangan Kungfu di EPA, Fadly Alberto Dicoret dari Timnas U-20 Foto ilustrasi sepak bola. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Henga, resmi dikeluarkan dari skuad Timnas Indonesia U-20 setelah insiden pelanggaran keras yang terjadi dalam pertandingan melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

Insiden tersebut terjadi ketika pertandingan berlangsung panas dan diwarnai friksi antara pemain serta ofisial di pinggir lapangan. Dalam situasi tersebut, Fadly Alberto Henga melancarkan tendangan yang dinilai tidak sportif terhadap pemain lawan.

Advertisement

Tindakan tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Badan Tim Nasional (BTN) yang kemudian mengambil keputusan tegas untuk mencoret sang pemain dari skuad Garuda Nusantara tanpa menunggu waktu lama.

Ketua BTN, Sumardji, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penegakan disiplin dalam pembinaan pemain muda yang berada di level tim nasional.

“Sudah dicoret di timnas Alberto Henga. Dia pemain kunci timnas U-20,” kata Sumardji dikutip dari akun media sosial @futboll.indonesia.

Pernyataan tersebut menandakan bahwa posisi Fadly sebelumnya cukup penting dalam tim, namun status itu langsung berakhir akibat tindakan yang terjadi di lapangan.

Dalam rekaman kejadian, terlihat adanya ketegangan antara pemain kedua tim sebelum akhirnya Fadly melakukan aksi yang kemudian disebut sebagai tendangan kungfu, yang membuat pemain Dewa United U-20 terjatuh.

Hingga saat ini, belum ada keterangan tambahan terkait kemungkinan sanksi lanjutan selain pencoretan dari tim nasional. BTN masih melakukan evaluasi terhadap insiden tersebut dan membuka peluang adanya keputusan tambahan.

Sumardji menambahkan bahwa perkembangan lebih lanjut akan diumumkan setelah proses evaluasi internal selesai dilakukan.

Kasus ini menjadi perhatian serius dalam dunia pembinaan sepak bola usia muda, terutama terkait pengendalian emosi dan profesionalisme pemain di lapangan.

Bagi pemain muda yang sedang meniti karier, insiden ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan di pertandingan memiliki konsekuensi besar terhadap masa depan, terutama di level tim nasional.

Proses pembinaan diharapkan tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan dan sikap sportif dalam setiap pertandingan resmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tragedi Berdarah Louisiana! Delapan Anak Tewas dalam Penembakan Massal

Tragedi Berdarah Louisiana! Delapan Anak Tewas dalam Penembakan Massal

News
| Senin, 20 April 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!

Wisata
| Senin, 20 April 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement