Polda DIY Terima 99 Laporan Penipuan Digital, Ini Modusnya
Polda DIY menerima 99 laporan penipuan digital hingga Oktober 2026. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu paling banyak dilaporkan.
Pemain PSS berlatih di Lapangan Pakembinangun pada Kamis (23/4/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Laga tandang menghadapi Persiba Balikpapan di Stadion Batakan, Minggu (26/4/2026), menjadi ujian krusial bagi PSS Sleman dalam menjaga konsistensi performa di papan atas klasemen. Dengan kompetisi yang semakin ketat di fase akhir musim, setiap poin memiliki arti penting bagi Super Elang Jawa.
Kabar baik datang dari kondisi tim yang sedang berada dalam situasi ideal. Pelatih kepala Ansyari Lubis memastikan seluruh pemainnya dalam keadaan bugar dan siap diturunkan. Tidak ada kendala cedera maupun akumulasi kartu yang biasanya menjadi penghambat dalam menentukan komposisi terbaik tim.
Kondisi ini memberi keleluasaan bagi tim pelatih untuk meramu strategi yang lebih variatif, baik dalam skema menyerang maupun bertahan. Terlebih, bermain di kandang lawan membutuhkan kesiapan mental serta kedisiplinan tinggi sepanjang pertandingan.
Ansyari menilai, tantangan terbesar timnya bukan semata kekuatan lawan, melainkan menjaga stabilitas permainan. Ia menyoroti pentingnya fokus sejak awal laga hingga peluit akhir dibunyikan. Dalam beberapa pertandingan terakhir, PSS dinilai masih memiliki celah, terutama saat memasuki awal babak kedua.
Menurutnya, momen-momen krusial seperti awal pertandingan sering kali menentukan arah permainan. Jika lengah, tim bisa kehilangan momentum bahkan kebobolan gol yang seharusnya dapat diantisipasi.
“Fokus harus dijaga sepanjang pertandingan. Tidak boleh ada celah, karena satu kesalahan kecil bisa berdampak besar,” tegasnya.
Selain aspek teknis, komunikasi di lapangan juga menjadi perhatian utama. Ia meminta para pemain untuk aktif saling mengingatkan agar tetap disiplin dalam menjalankan instruksi taktik.
Saat ini, PSS Sleman masih memimpin klasemen sementara dengan raihan 52 poin. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena tekanan dari Persipura Jayapura yang mengoleksi 50 poin dan Barito Putera dengan 49 poin. Selisih tipis ini membuat persaingan menuju puncak semakin sengit.
Oleh karena itu, laga melawan Persiba menjadi momentum penting untuk menjaga jarak sekaligus memperkuat posisi di puncak klasemen. Target mencuri poin di kandang lawan pun menjadi harga mati bagi tim asal Sleman tersebut.
Dengan kesiapan skuad, kedalaman tim yang memadai, serta motivasi tinggi untuk mempertahankan posisi teratas, PSS Sleman optimistis mampu tampil solid dan membawa pulang hasil positif dari Batakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menerima 99 laporan penipuan digital hingga Oktober 2026. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu paling banyak dilaporkan.
Api dan asap muncul dari bekas tumpukan sampah di Dlingo, Bantul, selama sekitar sepekan. BPBD menyelidiki pemicu dan memantau lokasi.
Sharp Indonesia membekali 25 siswa SMKN 1 Cikarang Barat melalui Sharp Class, pelatihan audio video berbasis industri untuk mencetak lulusan SMK yang kompeten
PSS Sleman menurunkan Saiful Djoge dan Arda Alfareza sebagai starter saat menghadapi Persik Kediri dengan skema 4-4-2.
Dinsos Bantul menemukan penerima bansos kehilangan bantuan akibat data KTP terdeteksi di basis data lain, termasuk rekening listrik dan badan usaha.
TNI AL menyita 23 kontainer kayu merbau yang diduga hasil pembalakan liar di Surabaya. Nilai ekonomis kayu diperkirakan Rp5,5 miliar.