Advertisement
Visa Dicabut, Presiden Federasi Sepak Bola Iran Diusir dari Kanada
Trofi Piala Dunia - ist - FIFA
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ketegangan diplomatik pecah di Bandara Pearson, Toronto, saat otoritas imigrasi Kanada menolak masuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, beserta dua koleganya pada Selasa (28/4/2026) malam. Insiden pengusiran ini terjadi sesaat sebelum mereka dijadwalkan menghadiri Kongres FIFA di Vancouver, yang merupakan agenda krusial menjelang Piala Dunia 2026.
Meskipun Mehdi Taj telah mengantongi visa yang disetujui pada Senin (27/4/2026), izin masuk tersebut mendadak dicabut di tempat. Petugas imigrasi mengambil alih paspor mereka dan langsung memulangkan delegasi Iran tersebut ke tanah air mereka pada Selasa malam.
Advertisement
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, memberikan tanggapan cepat terkait laporan yang dirilis kantor berita Iran, Tasnim. Dalam keterangannya yang dikutip dari ESPN pada Kamis (30/4/2026), Anand menyebut insiden tersebut sebagai sesuatu yang "tidak disengaja" dalam konteks koordinasi, namun ia membenarkan adanya tindakan pencabutan izin masuk tersebut.
Kaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)
BACA JUGA
Akar dari penolakan keras ini diduga kuat berkaitan dengan keterlibatan para pejabat tersebut dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pemerintah Kanada sendiri telah menetapkan IRGC sebagai entitas teroris, sehingga setiap pejabat yang berafiliasi dengan organisasi tersebut dilarang menginjakkan kaki di tanah Kanada.
"Pemerintah telah bersikap jelas dan konsisten: pejabat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak dapat diterima di Kanada dan tidak memiliki tempat di negara kami," tegas juru bicara kementerian, Taous Ait, mewakili Kantor Menteri Imigrasi Kanada, Lena Diab.
Laporan dari Iran International memperkuat dugaan bahwa Mehdi Taj dan dua pejabat lainnya masuk dalam radar otoritas Kanada sebagai figur yang memiliki keterkaitan dengan IRGC. Hal inilah yang memicu tindakan tegas imigrasi untuk mencabut paspor mereka meskipun proses administrasi visa sebelumnya sempat lolos.
Iran Absen di Agenda Penting FIFA dan AFC
Dampak dari skandal diplomatik ini langsung terasa pada jalannya Kongres FIFA yang berlangsung di Vancouver, Kamis (30/4/2026). Kursi delegasi Iran tampak kosong dalam pertemuan yang dihadiri oleh 211 federasi anggota FIFA tersebut.
Ketidakhadiran ini menjadi kerugian besar bagi Iran, mengingat sehari sebelumnya mereka juga melewatkan pertemuan penting Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Seusai insiden ini, posisi Iran dalam peta diplomasi sepak bola dunia terancam terisolasi, terutama karena Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah, termasuk Kanada dan Amerika Serikat, yang memiliki kebijakan ketat terhadap afiliasi politik tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, Federasi Sepak Bola Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah hukum atau protes diplomatik yang akan mereka layangkan atas insiden memalukan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








