Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Harmoni Antaragama
Piala Dunia 2026 menjadi simbol keberagaman agama. Pemain Muslim dan Kristen dari berbagai negara menunjukkan persatuan di panggung sepak bola dunia.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA— Federasi Sepak Bola Dunia FIFA disebut tengah menyiapkan kebijakan baru berupa peningkatan dana kontribusi dan hadiah untuk Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran sejumlah federasi sepak bola terkait besarnya biaya partisipasi di turnamen terbesar tersebut.
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan format baru 48 tim dinilai akan menjadi turnamen dengan biaya operasional tertinggi sepanjang sejarah. AFP melaporkan, sejumlah asosiasi anggota, terutama dari Eropa, sebelumnya melayangkan protes karena memperkirakan pengeluaran tim akan membengkak akibat biaya perjalanan, akomodasi, hingga ketidakpastian pajak di negara tuan rumah.
Presiden FIFA Gianni Infantino dan jajaran dewan dikabarkan merespons tekanan tersebut dengan membuka pembahasan kenaikan kompensasi finansial bagi seluruh negara peserta. Selain itu, FIFA juga mempertimbangkan peningkatan dana pengembangan untuk 211 asosiasi anggota di seluruh dunia.
“Sejalan dengan pertemuan Dewan FIFA di Vancouver, Kanada, pada 28 April 2026, FIFA dapat mengonfirmasi pihaknya sedang berdialog dengan asosiasi-asosiasi di seluruh dunia untuk meningkatkan pendapatan yang tersedia. Ini termasuk usulan kenaikan kontribusi finansial untuk semua tim yang lolos ke Piala Dunia 2026 dan pendanaan pembangunan untuk 211 asosiasi anggota." tulis FIFA dalam pernyataan resminya.
FIFA juga menyebut bahwa dialog dengan berbagai federasi masih terus berlangsung untuk memastikan keberlanjutan finansial seluruh peserta. Salah satu opsi yang dibahas adalah penyesuaian kontribusi dana bagi tim yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, FIFA telah menetapkan total hadiah turnamen mencapai sekitar 727 juta dolar AS, dengan juara diperkirakan menerima hingga 50 juta dolar AS. Namun, angka tersebut dinilai belum cukup menutup potensi lonjakan biaya yang harus ditanggung federasi peserta.
Beberapa federasi menilai penyelenggaraan di tiga negara sekaligus akan menimbulkan tantangan logistik dan pajak yang kompleks, terutama di Amerika Serikat yang memiliki sistem pajak berbeda di tiap negara bagian. Kondisi ini membuat FIFA didesak untuk memberikan jaminan finansial tambahan agar tidak ada negara yang mengalami kerugian besar hanya karena partisipasi di turnamen.
Keputusan final terkait penambahan dana ini diperkirakan akan dibahas dalam rapat Dewan FIFA di Vancouver, Kanada. Hasilnya akan menjadi salah satu keputusan penting yang menentukan kesiapan Piala Dunia 2026 sebagai edisi terbesar sepanjang sejarah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Piala Dunia 2026 menjadi simbol keberagaman agama. Pemain Muslim dan Kristen dari berbagai negara menunjukkan persatuan di panggung sepak bola dunia.
PLN memastikan pemulihan pasokan listrik di Jawa dan DIY terus dipercepat usai gangguan pembangkit yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah.
Bulog Surakarta mengganti Minyakita bantuan pangan di Wonogiri dalam 1x24 jam usai laporan bau minyak tanah.
Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta terus memperkuat kualitas akademiknya dengan berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul
Pemkab Bantul akan menata ulang rute jeep wisata di Gumuk Pasir Parangtritis untuk menjaga ekosistem tanpa mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Gelora Taekwondo Indonesia Championship II 2026 resmi digelar di UNY dengan lebih dari 3.000 atlet dari 5 negara peserta.