Advertisement
Indonesia Jadi Tuan Rumah ASEAN Cup, Peluang Juara Makin Terbuka
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menunjukkan jersey Timnas pada acara perkenalan pelatih baru Timnas Indonesia di Jakarta, Selasa (13/1/2026). PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia, dengan rekam jejak kepelatihan internasional serta pengalaman membangun fondasi tim nasional dan klub level dunia sebagai upaya meningkatkan daya saing sepak bola Indonesia. Antara - Dhemas Reviyanto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026, membuka peluang besar bagi Timnas Indonesia untuk bersaing di level tertinggi dengan dukungan penuh suporter di kandang sendiri.
Penunjukan ini menjadi momentum penting karena turnamen akan menggunakan format baru dua divisi yang mengubah peta persaingan sepak bola Asia Tenggara.
Advertisement
Kepastian tersebut muncul setelah penandatanganan nota kesepahaman antara FIFA dan AFF terkait pengembangan kompetisi regional. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun @theaseanball, Indonesia dipercaya menjadi pusat pelaksanaan Divisi 1, sementara Hong Kong ditunjuk sebagai tuan rumah Divisi 2.
Kehadiran Hong Kong dalam turnamen ini memunculkan pertanyaan karena bukan bagian dari AFF, sehingga statusnya masih menunggu kejelasan apakah sebagai peserta tetap atau undangan.
BACA JUGA
Presiden FIFA, Gianni Infantino, dijadwalkan mengumumkan detail resmi format turnamen dalam Kongres FIFA di Vancouver, Kanada.
Persaingan Ketat di Divisi 1
Jika merujuk pada peringkat FIFA saat ini, Divisi 1 diperkirakan diisi oleh negara-negara kuat Asia Tenggara seperti Thailand (peringkat 93 dunia), Vietnam (99), Filipina (135), Malaysia (138), dan Singapura (147).
Dengan komposisi tersebut, Indonesia akan menghadapi persaingan ketat sejak fase awal, menjadikan setiap pertandingan krusial untuk menentukan langkah ke fase berikutnya.
Keuntungan Bermain di Kandang
Status sebagai tuan rumah menjadi keuntungan besar bagi Timnas Indonesia, terutama dari sisi dukungan suporter dan adaptasi lapangan. Selain itu, jadwal turnamen yang masuk kalender FIFA Matchday menjadi faktor penting lainnya.
Turnamen ini direncanakan berlangsung pada September hingga Oktober 2026, sehingga pelatih John Herdman berpeluang memanggil pemain diaspora yang berkarier di Eropa.
Nama-nama seperti Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Ole Romeny diprediksi akan memperkuat skuad Garuda dan meningkatkan daya saing tim.
Kombinasi pemain lokal dan diaspora ini dinilai bisa menjadi kunci bagi Indonesia untuk meraih hasil maksimal di turnamen tersebut.
Sebelum tampil di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia akan lebih dulu menghadapi tantangan di Piala AFF 2026 yang digelar pada Juli hingga Agustus.
Turnamen tersebut menjadi ujian awal bagi pelatih dan tim, terutama karena kemungkinan besar pemain diaspora belum bisa bergabung akibat jadwal yang tidak masuk kalender FIFA.
Dengan dua ajang besar berdekatan, performa Indonesia di Piala AFF akan menjadi indikator kesiapan tim sebelum tampil sebagai tuan rumah di turnamen FIFA ASEAN Cup 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








