Visa Habis, Bintang Iran Ini Terancam Absen di Piala Dunia
Mehdi Torabi terancam absen membela Iran di Piala Dunia 2026 setelah visa masuk Amerika Serikat miliknya kedaluwarsa usai laga perdana.
Foto ilustrasi sepak bola dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Legenda Manchester United, Louis Saha, akhirnya angkat bicara mengenai salah satu keputusan transfer paling kontroversial dalam sejarah Setan Merah. Saha melabeli perekrutan Jadon Sancho senilai 73 juta poundsterling (sekitar Rp1,7 triliun) pada musim panas 2021 sebagai kesalahan terbesar yang pernah dilakukan klub.
Sancho, yang didatangkan dari Borussia Dortmund dengan ekspektasi setinggi langit, justru tampil melempem. Pemain asal Inggris tersebut tercatat hanya mampu menyumbangkan 12 gol dari total 83 penampilannya di berbagai kompetisi bersama United.
Kenyataan pahit ini menjadi luka bagi para pendukung MU yang sempat antusias menyambut kedatangannya. Saha menyebut penurunan performa Sancho di Old Trafford sebagai sebuah "misteri" besar, mengingat sang pemain pernah menjadi bintang yang bersinar terang di Bundesliga sebelum akhirnya layu di Manchester.
Bakat yang Terbuang dan Beban Gaji Selangit
Nasib Sancho kini kian tidak menentu. Seusai dinilai gagal total menembus skuad utama, ia harus menjalani karier sebagai pemain pinjaman di berbagai klub, mulai dari kepulangan singkat ke Dortmund, menuju Chelsea, hingga kini berseragam Aston Villa.
Namun, masa peminjaman tersebut tak kunjung mengembalikan sentuhan emasnya. Manchester United pun dilaporkan kesulitan mencari klub yang bersedia membeli Sancho secara permanen. Kendala utamanya adalah gaji sang pemain yang mencapai 300.000 poundsterling per pekan, angka yang sangat membebani struktur keuangan banyak klub.
“Menurut saya, Jadon Sancho adalah rekrutan paling mengecewakan dalam sejarah Manchester United. Hal itu karena level yang telah ia tunjukkan di Borussia Dortmund sebelum bergabung. Ia memiliki potensi sangat besar karena ia adalah talenta yang luar biasa,” ungkap Saha sebagaimana dikutip dari Tribal Football, Jumat (1/5/2026).
Harapan untuk Kebangkitan Sang Pemain
Mantan striker timnas Prancis itu mengaku heran mengapa kualitas terbaik Sancho seolah terkunci sejak pindah ke Inggris. Ia membandingkan situasi Sancho dengan Marcus Rashford yang juga pernah mengalami pasang surut performa.
“Rasanya seperti sebuah misteri. Saya tidak yakin apa yang terjadi, tetapi dia tidak mencapai performa terbaiknya. Saya sangat beruntung menjadi pemain sepak bola dahulu meski sering cedera, dan saya berharap bisa memainkan jumlah pertandingan sebanyak yang dilakukan Sancho di usianya saat ini dengan bakat sebesar itu,” tambah Saha.
Saha menyayangkan banyaknya waktu yang terbuang sia-sia bagi pemain berbakat seperti Sancho. Ia berharap sang pemain segera melakukan introspeksi mendalam agar bisa bangkit kembali.
“Saya sangat ingin dia berkembang di Old Trafford karena dia bisa melakukan segalanya. Dia bisa melakukan hal-hal luar biasa dan sangat disayangkan melihat semua pertandingan itu terbuang sia-sia,” tutup Saha dengan nada kecewa.
Hingga kini, masa depan Sancho di Aston Villa masih menjadi tanda tanya. Apakah ia akan diberikan kesempatan kedua di Old Trafford atau justru terus terombang-ambing di bursa transfer sebagai pemain pinjaman? Satu yang pasti, bagi Louis Saha, rapor Sancho di MU sudah kadung dicap merah sebagai investasi paling merugikan sepanjang masa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mehdi Torabi terancam absen membela Iran di Piala Dunia 2026 setelah visa masuk Amerika Serikat miliknya kedaluwarsa usai laga perdana.
Toy Story 5 resmi tayang di Indonesia. Woody, Buzz, dan Jessie menghadapi ancaman gadget pintar yang mulai mengambil perhatian anak-anak.
Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Duel ini menjadi ujian pertama Thomas Tuchel bersama The Three Lions.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin (13–15 Juni 2026) ini, mengangkat tema Nyawiji Dadi Siji, Panjaga Nusantara dan wajib diikuti oleh selur
Prahdiska Bagas Shujiwo menyingkirkan Lee Zii Jia, sementara Muhamad Yusuf melaju mulus ke babak 16 besar Macau Open 2026.
Dinkes Bantul menargetkan 460 ribu warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 melalui strategi jemput bola ke komunitas dan instansi.