Dopamine 3.0 Resmi Hadir, Jadi Jailbreak Pertama yang Tembus iOS 26
Dopamine 3.0 menjadi jailbreak pertama yang mendukung iOS 26 dan iOS 26.0.1 setelah 326 hari. Namun fitur ini baru tersedia untuk perangkat Apple dengan chip A1
Foto ilustrasi sepak bola dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Legenda Manchester United, Louis Saha, akhirnya angkat bicara mengenai salah satu keputusan transfer paling kontroversial dalam sejarah Setan Merah. Saha melabeli perekrutan Jadon Sancho senilai 73 juta poundsterling (sekitar Rp1,7 triliun) pada musim panas 2021 sebagai kesalahan terbesar yang pernah dilakukan klub.
Sancho, yang didatangkan dari Borussia Dortmund dengan ekspektasi setinggi langit, justru tampil melempem. Pemain asal Inggris tersebut tercatat hanya mampu menyumbangkan 12 gol dari total 83 penampilannya di berbagai kompetisi bersama United.
Kenyataan pahit ini menjadi luka bagi para pendukung MU yang sempat antusias menyambut kedatangannya. Saha menyebut penurunan performa Sancho di Old Trafford sebagai sebuah "misteri" besar, mengingat sang pemain pernah menjadi bintang yang bersinar terang di Bundesliga sebelum akhirnya layu di Manchester.
Bakat yang Terbuang dan Beban Gaji Selangit
Nasib Sancho kini kian tidak menentu. Seusai dinilai gagal total menembus skuad utama, ia harus menjalani karier sebagai pemain pinjaman di berbagai klub, mulai dari kepulangan singkat ke Dortmund, menuju Chelsea, hingga kini berseragam Aston Villa.
Namun, masa peminjaman tersebut tak kunjung mengembalikan sentuhan emasnya. Manchester United pun dilaporkan kesulitan mencari klub yang bersedia membeli Sancho secara permanen. Kendala utamanya adalah gaji sang pemain yang mencapai 300.000 poundsterling per pekan, angka yang sangat membebani struktur keuangan banyak klub.
“Menurut saya, Jadon Sancho adalah rekrutan paling mengecewakan dalam sejarah Manchester United. Hal itu karena level yang telah ia tunjukkan di Borussia Dortmund sebelum bergabung. Ia memiliki potensi sangat besar karena ia adalah talenta yang luar biasa,” ungkap Saha sebagaimana dikutip dari Tribal Football, Jumat (1/5/2026).
Harapan untuk Kebangkitan Sang Pemain
Mantan striker timnas Prancis itu mengaku heran mengapa kualitas terbaik Sancho seolah terkunci sejak pindah ke Inggris. Ia membandingkan situasi Sancho dengan Marcus Rashford yang juga pernah mengalami pasang surut performa.
“Rasanya seperti sebuah misteri. Saya tidak yakin apa yang terjadi, tetapi dia tidak mencapai performa terbaiknya. Saya sangat beruntung menjadi pemain sepak bola dahulu meski sering cedera, dan saya berharap bisa memainkan jumlah pertandingan sebanyak yang dilakukan Sancho di usianya saat ini dengan bakat sebesar itu,” tambah Saha.
Saha menyayangkan banyaknya waktu yang terbuang sia-sia bagi pemain berbakat seperti Sancho. Ia berharap sang pemain segera melakukan introspeksi mendalam agar bisa bangkit kembali.
“Saya sangat ingin dia berkembang di Old Trafford karena dia bisa melakukan segalanya. Dia bisa melakukan hal-hal luar biasa dan sangat disayangkan melihat semua pertandingan itu terbuang sia-sia,” tutup Saha dengan nada kecewa.
Hingga kini, masa depan Sancho di Aston Villa masih menjadi tanda tanya. Apakah ia akan diberikan kesempatan kedua di Old Trafford atau justru terus terombang-ambing di bursa transfer sebagai pemain pinjaman? Satu yang pasti, bagi Louis Saha, rapor Sancho di MU sudah kadung dicap merah sebagai investasi paling merugikan sepanjang masa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dopamine 3.0 menjadi jailbreak pertama yang mendukung iOS 26 dan iOS 26.0.1 setelah 326 hari. Namun fitur ini baru tersedia untuk perangkat Apple dengan chip A1
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.