Uruguai Gagal ke 32 Besar, Pulang Pakai Pesawat Komersial Bukan Carter
Tidak hanya gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, skuad Uruguai juga harus menelan pil pahit: penerbangan carter dibatalkan!
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Nasib tiga tim besar akan ditentukan sore ini. PSS Sleman, Persipura Jayapura, dan Barito Putera menjalani laga penentuan pada Minggu (3/5/2026) pukul 15.30 WIB untuk memperebutkan satu tiket promosi langsung ke Super League 2026/2027.
Situasi klasemen yang ketat membuat hasil akhir bisa berubah hanya dalam hitungan menit. Bagi suporter, ini bukan sekadar pertandingan terakhir, tetapi momen penentu antara euforia promosi atau kekecewaan panjang.
PSS Sleman kini menjadi tim yang paling diuntungkan karena memimpin perburuan tiket promosi. Bermain di Stadion Maguwoharjo menghadapi PSIS Semarang, tim asuhan Ansyari Lubis hanya membutuhkan kemenangan untuk memastikan diri naik kasta dengan raihan 56 poin. Jika target itu tercapai, posisi mereka tidak akan tergoyahkan oleh pesaing.
Namun, tekanan tetap ada. Hasil imbang membuka peluang Persipura Jayapura untuk menyalip jika mampu meraih kemenangan. Bahkan, kekalahan bisa menjadi petaka karena Barito Putera berpeluang menyamai poin dan unggul dalam rekor pertemuan langsung.
Di sisi lain, Persipura Jayapura datang dengan modal kepercayaan diri tinggi usai menang telak 5-0 atas Persipal. Tim asuhan Rahmad Darmawan itu siap memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Kemenangan atas Persiku akan menjaga asa promosi langsung, terutama jika PSS gagal menang.
Jika kedua tim sama-sama meraih kemenangan, Persipura dipastikan finis di posisi kedua dan melanjutkan perjuangan lewat jalur play-off. Bahkan dalam skenario kalah, posisi mereka relatif aman karena unggul head-to-head atas Barito Putera.
Sementara itu, Barito Putera menghadapi situasi paling sulit. Mereka wajib menang atas Persipal dan berharap dua rivalnya terpeleset. Tanpa kombinasi hasil tersebut, peluang promosi langsung hampir mustahil diraih.
Jika skenario ekstrem terjadi—PSS dan Persipura kalah, sementara Barito menang—ketiga tim akan mengoleksi poin yang sama. Dalam kondisi itu, Barito memiliki keunggulan head-to-head atas PSS, yang bisa menjadi penentu posisi akhir klasemen.
Penentuan peringkat sendiri mengacu pada beberapa kriteria utama, yakni hasil head-to-head antar tim, selisih gol, dan jumlah gol yang dicetak sepanjang kompetisi. Data pertemuan menunjukkan Barito unggul atas PSS, tetapi kalah dari Persipura, sedangkan PSS lebih baik dari Persipura dalam rekor pertemuan.
Dengan berbagai kemungkinan yang terbuka, PSS Sleman masih memegang kendali penuh atas nasibnya. Meski begitu, dinamika sepak bola sering menghadirkan kejutan, dan drama perebutan tiket promosi ini dipastikan berlangsung hingga peluit akhir dibunyikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tidak hanya gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, skuad Uruguai juga harus menelan pil pahit: penerbangan carter dibatalkan!
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.