Facebook Luncurkan Asisten AI untuk Kreator, Saingi TikTok
Facebook meluncurkan Creator Studio dengan asisten AI yang membantu kreator menganalisis konten, komentar, dan performa audiens.
Petugas kesehatan mengevakuasi korban kerusuhan suporter Persik dan PSIM, Senin (2/9/2019)./Antara-Prasetia Fauzani
Harianjogja.com, JOGJA—Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menyebut bentrok antara suporter Persik Kediri dan PSIM Jogja di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Senin (2/9/2019) petang dipicu ketidakpuasan terhadap hasil pertandingan. Namun, polisi belum mengetahui siapa yang memulai keributan.
Dalam laga pekan ke-14 Liga 2 2019 tersebut, PSIM Jogja kalah 0-2. Kekalahan ini mengancam posisi Laskar Mataram di puncak klasemen.
“Pendukung tidak puas dengan hasil pertandingan sehingga terjadi saling lempar. Tidak diketahui pihak yang melempar terlebih dahulu,” kata AKBP Anthon Haryadi saat gelar perkara di Mapolresta Kediri, Selasa (3/9/2019).
Polresta Kediri sudah menangkap 53 orang menyusul bentrok tersebut. Polisi juga menemukan beberapa benda berbahaya seperti senjata tajam dan tongkat pemukul yang disimpan dalam satu mobil yang diduga milik suporter.
Dalam insiden tersebut, polisi mengumpulkan ratusan suporter PSIM di Taman Tirtoyoso yang terletak dekat dengan Stadion Brawijaya. Namun, ribuan suporter Persik mengepung lokasi tersebut sehingga pendukung PSIM tak bisa keluar.
Dalam penelurusan polisi, massa kericuhan merusak fasilitas taman hiburan. Selain itu, enam CCTV hilang, dua mesin kasir rusak, uang parkir Rp1 juta hilang, tembok bagian selatan jebol, dua unit komputer rusak, 20 rambu di taman rusak, pagar kolam renang rusak, hingga warung juga rusak.
Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri Widodo mengatakan sebelum laga panitia sudah menjalin komunikasi dengan dua kelompok suporter PSIM, baik Brajamusti (Brayat Jogja Mataram Utama Sejati) maupun The Maident (Mataram Independent). Dia juga menyebut kericuhan pecah berkaitan dengan hasil pertandingan.
“Awalnya kami siapkan 500 tiket, tapi mereka meminta 1.000. Kami beri kuota, karena juga tidak enak ada hubungan baik. Ternyata, lebih dari 1.000 orang, sampai 2.000 lebih orang yang datang, setelah kalah, mereka mulai berbuat rusuh,” kata Widodo.
Ia mengatakan beberapa orang yang mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri serta RS Gambiran Kediri.
Ia menyesalkan keributan tersebut karena saat pertandingan suporter tertib.
“Persikmania ngalah. Kalau stadion tidak ada yang rusak, karena ini setelah pertandingan selesai. Tapi sanksinya ada, kami belum tahu. Jadi, ini pertandingan selesai baru kaos,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Facebook meluncurkan Creator Studio dengan asisten AI yang membantu kreator menganalisis konten, komentar, dan performa audiens.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.