Ricuh Derbi Mataram: Dievakuasi ke Hotel, Skuat Persis Tunggu Instruksi Polda DIY

Ivan Andimuhtarom
Ivan Andimuhtarom Senin, 21 Oktober 2019 21:17 WIB
Ricuh Derbi Mataram: Dievakuasi ke Hotel, Skuat Persis Tunggu Instruksi Polda DIY

Pemain Persis berlarian ke ruang ganti Stadion Mandala Krida, setelah pertandingan melawan PSIM berakhir ricuh, Senin (21/20/2019)./Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, JOGJA—Suporter PSIM Jogja mengamuk setelah timnya kalah 2-3 dari Persis Solo pada pertandingan terakhir fase grup Liga 2 2019 di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019) sore.

Selain melakukan kekerasan kepada pemain, pelatih, dan ofisial Persis, massa juga merusak beberapa fasilitas termasuk merusak dan membakar mobil polisi.

Pelatih Persis, Salahudin, mengatakan timnya dievakuasi polisi dan bisa selamat sampai hotel. Namun, Asisten Pelatih Persis, Choirul Huda, mengalami luka di keningnya karena dipukul hingga berdarah.

Salahudin menyayangkan perilaku suporter yang turun ke lapangan dan berbuat anarkistis. Menurutnya, sepak bola seharusnya bisa menjadi pemersatu bangsa, bukan pemecah belah bangsa seperti yang terjadi dalam insiden di Stadion Mandala Krida.

“Saya menyayangkan. Padahal sepak bola adalah pemersatu,” ujarnya dalam pesan Whatsapp kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Senin.

Manajer Persis, Langgeng Jatmiko, mengatakan belum bisa memastikan kapan mereka bisa pulang ke Solo. Ia akan menunggu instruksi selanjutnya dari Polda DIY terkait kepulangan mereka ke Solo.

“Kami tunggu instruksi Polda dulu. Ini kami di hotel,” kata dia melalui pesan Whatsapp.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online