Polri Siapkan Anjungan Cetak SKCK untuk Cegah Pungli
Polri menyiapkan anjungan pencetakan SKCK untuk mengurangi interaksi pemohon dan petugas serta mencegah praktik pungli.
Ilustrasi-Timnas balap sepeda Indonesia seusai latihan di Tagaytay, Filipina, Kamis (28/11/2019)./Antara-PB ISSI
Harianjogja.com, BATANGAS - Tim balap sepeda Indonesia gagal meraih medali di nomor cross country SEA Games 2019.
Manajemen tim balap sepeda Indonesia mengakui kegagalan di Tatlong Bungo, Batangas, Filipina, Minggu karena kesalahan strategi yang digunakan dua pembalap Merah Putih.
Pada nomor XCO Indonesia menurunkan dua pembalap yaitu Zaenal Fanani dan Rafika Farisi. Kedua pembalap ini hanya finis di posisi lima dan enam. Untuk medali emas direbut pembalap Thailand, Keerati Sukprasat dengan waktu satu jam 36 menit 15 detik.
"Harus diakui lawan bermain cukup bagus dalam menerapkan strategi. Satu pembalap merusak konsentrasi lawan yang satu mengikuti. Kita kurang bisa melakukan itu," kata manajer tim balap sepeda Indonesia Budi Saputra seusai balapan.
Zaenal Fanani mengawali balapan dengan jarak tempuh 25,2 km yang terbagi dalam enam putaran ini cukup bagus dan mampu memimpin perlombaan dengan catatan waktu 15 menit 3 detik dalam satu putaran. Namun, kecepatan pembalap asal Jawa Timur ini tidak ditopang oleh pembalap kedua yaitu Farisi.
Di pihak lain pebalap Thailand dan Filipina terus bermain kompak dan saling menjaga ritme balapan. Secara kualitas, Fanani tidak kalah. Apalagi pada SEA Games 2019 datang sebagai unggulan pertama jika didasarkan pada rangking UCI.
"Dia (Fanani) terlalu cepat diawal. Seharusnya pembalap kedua menopang. Tapi memang gapnya cukup jauh. Intinya, kita banyak pekerjaan rumah yang harus secepatnya dibereskan. Misal pelatnas jangka panjang," kata Budi menambahkan.
Dengan gagalnya Fanani maka satu peluang emas dari balap sepeda terlepas. Target awal yang dicanangkan oleh PB ISSI adalah tiga emas. Selain dari XCO diharapkan dari down hill (DH) putra atau putri serta dari nomor BMX.
Hasil kurang bagus di SEA Games 2019 cukup disesali oleh Rafika Farisi. Bahkan pembalap dengan nomor start 16 itu menangis di hadapan jajaran pelatih maupun manajemen timnas balap sepeda lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri menyiapkan anjungan pencetakan SKCK untuk mengurangi interaksi pemohon dan petugas serta mencegah praktik pungli.
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Dealer baru Royal Enfield Jogja resmi dibuka di Jalan Laksda Adisucipto. Ada test ride, servis, sparepart asli, hingga ruang komunitas.
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.