Hadapi Degradasi Biodiversitas, UGM Perkuat SDM Profesional
UGM memperkuat SDM keanekaragaman hayati melalui PKKH, program profesi pertama di Indonesia dan Asia untuk menghadapi degradasi biodiversitas.
Pemain PSS Sleman berlatih di Lapangan Pakembinangun. /Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— PSS Sleman memanfaatkan masa jeda internasional dengan mengasah skema bola mati. Salah satu fokus latihan Super Elja adalah meningkatkan akurasi tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang mencetak gol.
Latihan tersebut dilakukan para pemain PSS pada Jumat (25/9/2026). Di penghujung sesi latihan, sejumlah pemain mendapat kesempatan mengasah eksekusi tendangan bebas dari sekitar kotak penalti.
Beberapa pemain yang terlihat mengambil latihan tersebut di antaranya Matheus Fornazari, Gustavo Tocantins, Hiromu Tanaka, Moussa Bagayoko, dan Stefan Ashkovski. Mereka secara bergantian menjadi eksekutor dalam sesi latihan bola mati.
Sejumlah tendangan terlihat mengarah ke gawang dan memberikan ancaman. Meski beberapa eksekusi masih meleset dari sasaran, terdapat pula tendangan yang tepat mengarah ke gawang.
Sesi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para penjaga gawang PSS untuk mengasah kemampuan mengantisipasi tendangan bebas. Para kiper Super Elja secara bergantian berdiri di bawah mistar untuk mencoba menghalau bola hasil eksekusi rekan-rekannya.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengatakan latihan tendangan bebas tersebut memang menjadi bagian dari upaya memaksimalkan situasi bola mati.
Hal itu disampaikan Huistra seusai memimpin latihan PSS di Lapangan Pakembinangun. Menurut dia, situasi bola mati seperti tendangan sudut dan tendangan bebas dapat memberikan pengaruh besar dalam pertandingan.
"Ya [latihan] itu penting. Situasi bola mati seperti tendangan sudut dan tendangan bebas bisa membuat perbedaan besar dalam pertandingan," kata Huistra.
Karena itu, Huistra ingin para pemainnya terus berlatih agar mampu menghasilkan situasi yang membahayakan gawang lawan melalui skema bola mati.
"Jadi saya ingin mereka berlatih, agar kami bisa tampil berbahaya dalam situasi-situasi tersebut," tandasnya.
Meski hasil awal kompetisi belum sesuai harapan, Huistra mengaku masih memiliki kepercayaan diri terhadap skuad PSS Sleman.
"Ada banyak rasa percaya diri. Kami tahu kami memiliki kualitas di dalam tim," ujarnya.
Huistra juga menilai PSS sudah menghadapi lawan-lawan kuat pada tiga pertandingan awal kompetisi. Dua di antaranya bahkan berlangsung di kandang lawan.
Ia menilai penampilan PSS dalam tiga pertandingan tersebut tidak sepenuhnya buruk. Karena itu, Huistra masih yakin timnya dapat berkembang seiring kompetisi berjalan.
"Kami juga tahu bahwa kami sudah menghadapi tiga tim kuat, dua di antaranya adalah laga tandang. Permainan kami tidak seburuk itu," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM memperkuat SDM keanekaragaman hayati melalui PKKH, program profesi pertama di Indonesia dan Asia untuk menghadapi degradasi biodiversitas.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten