Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Haryadi Suyuti/Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai wujud pertanggungjawaban atas kerusakan yang ditimbulkan saat kerusuhan suporter pada pertandingan PSIM melawan Persis Solo beberapa waktu lalu, manajemen PSIM menyumbangkan tujuh unit segway kepada Polresta Jogja, Selasa (31/12/2019) lalu.
Wali Kota Jogja sekaligus Dewan Penasehat PSIM, Haryadi Suyuti mengatakan sumbangan ini menjadi komitmen PSIM untuk bekerja sama dengan Polresta Jogja. “Mudah-mudahan bermanfaat untuk mendukung efektivitas kerja Polresta,” katanya.
Ia berpesan kepada manajemen PSIM dan seluruh kelompok suporter yang mendukung PSIM agar terus menjalin hubungan yang lebih erat dengan Polresta Jogja. Hal itu bertujuan agar kejadian kerusuan yang terjadi di musim kompetisi lalu tak terulang lagi.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Armaini, mengapresiasi komitmen PSIM ini. Polresta Jogja kini memiliki 10 segway. “Untuk patroli di Malioboro. Lebih mudah menembus kemacetan dan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya. Kericuhan pecah saat PSIM menjamu Persis Solo di laga terakhir putaran grup Liga 2 2019, 21 Oktober lalu di Stadion Mandala Krida. Kala itu PSIM kalah 2-3 dan gagal melaju ke delapan besar. Kendaraan polisi rusak dan dibakar dalam insiden tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bea Cukai Soetta menggagalkan penyelundupan 5,226 kg etomidate oleh lima WN Malaysia yang disembunyikan di sol sepatu.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.